Yamaha

Polemik Larangan Ojol Bawa Penumpang oleh Kemendagri Sudah Selesai

  Rabu, 03 Juni 2020   Khoirur Rozi
[ilustrasi] Pengemudi ojek online saat melintas di jalan raya. (Ayobandung.com)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Surat keputusan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian melarang ojek online membawa penumpang pascapembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah dibatalkan. Hal ini sekaligus mengakhiri keresahan para pengemudi ojol.

Ketua Presidium Nasional GARDA Indonesia, Igun Wicaksono mengatakan, pihaknya sudah bertemu Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Plt Sekjen Kemendagri), Muhammad Hudori untuk membahas hal itu. Hasilnya, salah satu pasal dalam Kepmendagri yang sempat memicu polemik itu sudah dicabut.
 
"Sudah clear. Pak Tito sudah mencabut Kepmendagri yang di dalamnya ada poin soal penangguhan ojol bisa membawa penumpang saat new normal. itu sudah dibatalkan," kata saat dihubungi Ayojakarta, Rabu (3/6/2020).
 
Igun menjelaskan, duduk perkara dari polemik ini disebabkan adanya kekeliruan redaksi dalam surat tersebut. Aturan yang dikeluarkan Mendagri itu sebetulnya hanya berlaku untuk pegawai Kemendagri saja. 
 
"Ternyata ada redaksi yang kurang di situ sehingga terjadi multitafsir. Aturan tersebut untuk ASN bukan ojol. Jadi untuk menghindari multitafsir kembali atau menghindari adanya konflik, ya akhirnya pasal tersebut dibatalkan," terangnya.
 
Dia pun mengapresiasi langkah cepat Kemendagri untuk berdialog dengan GARDA Indonesia guna menyelesaikan polemik yang beredar luas di tengah publik.
 
"Intinya sudah clear. soalnya sempat ramai, sampe ada rencana mau gruduk istana. Tapi kita apresiasi langkah cepat kemendagri untuk meredam ini semua dengan membatalkan pasal yang menjadi polemik tersebut," imbuhnya.
 
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melarang ojol membawa penumpang pasca PSBB selesai. Larangan itu berlaku juga bagi ojek konvensional. Hal tersebut terutang Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-830 Tahun 2020. 
 
"Pengoperasian ojek konvensional/ojek online harus tetap ditangguhkan untuk mencegah penyebaran virus melalui penggunaan helm bersama dan adanya kontak fisik Iangsung antara penumpang dan pengemudi," demikian isi Kepmendagri yang ditandatangani Mendagri Tito Karnavian.
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar