Yamaha

Kemendikbud Pastikan Tak Ada Kenaikan Uang Kuliah saat Pandemi

  Rabu, 03 Juni 2020   Husnul Khatimah
Plt. Dirjen Dikti Prof Ir Nizam (Ayojakarta.com/Budi Cahyono)

BOGOR, AYOJAKARTA.COM --  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan tidak ada  kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di masa pandemi Covid-19.

"Kemendikbud memastikan tidak ada kenaikan UKT di masa pandemi Coronavirus," ujar Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof Ir Nizam melalui siaran pers, Rabu (3/6/2020).

Nizam mengatakan sesuai laporan yang diterima Kemendikbud, jika terdapat PTN yang menaikkan UKT, keputusan tersebut diambil sebelum masa pandemi dan diberlakukan kepada mahasiswa baru sesuai kemampuan ekonomi orang tua.

"Selain itu, keputusan terkait UKT tidak boleh menyebabkan mahasiswa tidak dapat berkuliah," kata Nizam. 

Selain itu kata Nizam berdasarkan keterangan tertulis pada 6 Mei 2020, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) menyepakati beberapa opsi bagi mahasiswa yang terdampak pandemi untuk mengatasi masalah UKT yakni, menunda pembayaran, menyicil pembayaran, mengajukan penurunan UKT, dan mengajukan bantuan finansial bagi yang berhak.

AYO BACA : Puluhan Ribu Mahasiswa Kesehatan Siap Diterjunkan Membantu Penanganan Covid-19

"Seluruh mekanisme pengajuan dan keputusan diatur oleh masing-masing PTN. Kebijakan ini diharapkan tidak mengganggu operasional penyelenggaraan atau 

pun pembelajaran di perguruan tinggi serta berbagai aktivitas pendukungnya," katanya. 

Untuk mendapatkan keringanan UKT, mahasiswa PTN dapat mengajukan permohonan kepada pimpinan PTN sesuai prosedur yang berlaku di masing- masing PTN. 

Untuk meringankan beban mahasiswa terdampak pandemi, pemerintah memfasilitasi pemberian bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. KIP Kuliah diperuntukkan bagi mahasiswa PTN maupun PTS. 

"Tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan KIP Kuliah bagi 400 ribu mahasiswa, tiga kali lebih banyak dari tahun lalu, pemerintah sangat mengapresiasi perguruan tinggi yang telah membantu mahasiswa yang tidak mampu dengan bantuan pulsa serta dukungan logistik dan kesehatan selama pembelajaran dari rumah. Dukungan dari masyarakat dan alumni juga sangat luar biasa," kata Nizam.

AYO BACA : Pandemi, Ada Masa Studi Tambahan Mahasiswa Terancam DO

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar