Yamaha

Massa George Floyd Nonmuslim Jadi Tameng Hidup saat Lindungi Jemaah Salat

  Minggu, 07 Juni 2020   Budi Cahyono
Massa George Floyd Lindungi Demonstran Muslim yang Salat. (twitter.com/_SJPeace_)

NEW YORK, AYOJAKARTA.COM -- Demonstrasi menuntut atas kematian George Floyd di Amerika Serikat terus bergulir. Aksi pengunjuk rasa tak terbendung di beberapa daerah untuk menyuarakan keadilan.

Di tengah aksi unjuk rasa, massa pengunjuk rasa yang tergabung dalam aksi solidaritas Black Live Matters di Brooklyn, New York, memperlihatkan aksi terpuji dan menjunjung tinggi toleransi beragama.

Para pengunjuk rasa nonmuslim menjadi tameng hidup saat para pengunjuk rasa muslim tengah menunaikan salat di jalan dari serangan polisi. Momen ini pun viral di media sosial.

Akun twitter @_SJPeace mengunggah sebuah video singkat yang memperlihatkan bagaimana suasana demonstran berkerumun mengelilingi puluhan muslim, seolah membuat perisai untuk melindungi para jemaah yang sedang menunaikan ibadah.

"Massa aksi melindungi muslim sehingga mereka bisa salat dengan aman dari bahaya polisi NYPD saat protes Black Live Matters di Brooklyn, New York. Aku cinta ini. Ini lah kemanusiaan! Kita bersama-sama di sini," tulis @_SJPeace_ pada caption seperti dikutip Suara.com, Minggu (7/6).

Dalam cuitan selanjutnya, @_SJPeace_ menyebut bahwa massa ini siap untuk menghalau serangan dari pihak kepolisian seperti gas air mata hingga peluru karet untuk mereka yang sedang salat.

"Jika itu bukan cinta, saya tidak tahu apa itu. Jika itu bukan harapan, sata tidak tahu apa itu," sambung dia.

Video berdurasi 49 detik tersebut langsung menjadi perbincangan hangat warga twitter lain. Kolom komentar pun penuh dengan respons beragam, mayoritas memuji momen kebersamaan di tengah perbedaan ini.

"Luar biasa. Aku tidak religius, tapi aku senang ini terjadi. Ini menunjukkan cinta sejati yang dimiliki setiap manusia untuk orang lain terlepas dari apa keyakinan mereka," ujar akun @brooks_bigley.

"Istimewa benar-benar istimewa. Terima kasih rasa kemanusiaan yang mengingatkanku kenapa layak untuk terus berjuang," cuit @OhsweetGluttony.

Aksi massa atas kematian seorang pria kulit hitam di Amerika Serikat, George Floyd, akibat ditindih dibagian leher oleh petugas polisi telah memicu pergerakan protes yang kini telah berjalan lebih dari satu pekan di seantero Amerika Serikat dan merambah hingga negara-negara lain.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar