Yamaha

Jelang Gaya Hidup Baru, Pemda Harus Pro Aktif agar Warga Patuhi Protokol Kesehatan

  Minggu, 07 Juni 2020   Widya Victoria
Ketua MPR, Bambang Soesatyo

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong semua pemerintah daerah (Pemda) bersikap lebih tegas dalam mendorong warga mematuhi protokol kesehatan di ruang publik, terutama sebelum diterapkannya pola hidup baru (new normal). 

Jumlah pasien COVID-19 yang terus bertambah ditengarai sebagian masyarakat belum mematuhi protokol kesehatan itu.
 
"Misalnya larangan warga berkerumun atau berdesak-desakan. Pemda harus memastikan kebijakan-kebijakan itu dipatuhi warga dan dilaksanakan dengan konsisten," kata Ketua MPR, Minggu (7/6/2020). 
 
Menurut dia, ketika warga masih berkerumun atau tidak menjaga jarak baik di pasar maupun di dalam gerbong kereta listrik itu pertanda bahwa kebijakan-kebijakan Pemda tidak dipatuhi. 

Ketidakpatuhan terjadi karena tidak ada langkah-langkah pengendalian aktivitas warga di ruang publik oleh aparatur Pemda. Akibatnya, upaya memutus rantai penularan COVID-19 melalui protokol kesehatan terkesan belum efektif.  

Sejak Jumat (5/6/2020) hingga Sabtu (6/6/2020), jumlah pasien positif COVID-19 bertambah 993 kasus. 

Bamsoet mengatakan, bertambahnya jumlah pasien COVID-19 pasca lebaran memang sudah diprediksi. Penambahan pasien berpotensi terjadi karena aktivitas dan mobilitas masyarakat sebelum, selama dan beberapa hari sesudah lebaran. Namun, tambahan pasien pada akhir pekan lalu itu dinilainya tetap saja memprihatinkan.
 
Ia mendorong semua Pemda juga harus pro aktif mengendalikan pergerakan warga di tempat-tempat umum, utamanya di pasar atau pusat belanja serta stasiun kereta api. 
 
"Jangan lagi ada pembiaran ketika warga berkerumun di pasar dan di gerbong kereta. Di semua tempat umum, protokol kesehatan harus dipatuhi oleh semua orang, tanpa terkecuali," kata Bamsoet. 
 
Bamsoet menekankan, kepatuhan seluruh elemen warga pada protokol kesehatan menjadi modal penting untuk menyongsong penerapan gaya hidup baru. 

"Kepatuhan pada protokol kesehatan bersifat mutlak agar penerapan gaya hidup baru tidak justru menjadi bumerang, atau memicu gelombang kedua penularan COVID-19," tandasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar