Yamaha

Pasien Covid-19 yang Meninggal Kebanyakan Kekurangan Vitamin D, Begini Penjelasannya

  Minggu, 07 Juni 2020   Budi Cahyono
[Ilustrasi] Vitamin D sangat baik untuk menangkal virus corona. (shutterstock)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Fakta terbaru mengungkapkan bahwa pasien Covid-19 yang meninggal dunia kebanyakan kekurangan vitamin D.

Demikian menurut hasil penelitian yang dilakukan pada Mei 2020 lalu. Dokter Spesialis Alergi-imunologi Prof  Dr Iris Rengganis, SpPD KAI mengatakan belum banyak penelitian yang dilakukan terkait hubungan vitamin D dengan jumlah kematian pada kasus Covid-19.

Jadi ternyata rata-rata orang yang meninggal saat Covid-19, saat diperiksa ternyata vitamin D rendah. Kemudian diberikan pada yang masih hidup kondisinya jadi membaik selama dia belum sampai kondisi parah, kata Iris dalam webinar versama IDAI wilayah DKI Jakarta, Minggu (7/6/2020).

Menurutnya, penelitian itu menjadi masuk akal lantaran sifat vitamin D yang mampu meningkatkan sel adaptif. Iris menjelaskan bahwa Vitamin D larut dalam lemak dan berperan dalam banyak fungsi tubuh yang penting.

Vitamin D memiliki peran dalam regulasi proliferasi dan diferensiasi sel dan mengatur sistem kekebalan tubuh.

“Jadi kalau kekurangan vitamin D sel-sel itu tidak dapat bekerja dengan baik. Jadi memang bukan hanya untuk Covid tapi seluruh penyakit infeksi. Vitamin itu harus dilengkapi A, B, C, D, E,” katanya.

“Sayangnya, orang justru paling sering melupakan asupan vitamin D. Karena biasanya pada suplemen, vitamin D takarannya paling rendah. Padahal vitamin D bukan hanya baik untuk sistem kekebalan tubuh, Tapi juga bermanfaat dalam regulasi pembentukan dan mempertahankan tulang yang kuat,” sambungnya.

Dia mengemukakan, reseptor vitamin D bisa ditemukan di plasenta, pankreas, otak, payudara prostat. Punya reseptor hampir di seluruh tubuh manusia. “Juga cegah tanggal gigi, cegah diebetes, gangguan tidur,” ucapnya.

Iris menganjurkan, selama wabah virus corona, asupan vitamin D harus tercukupi untuk memenuhi pertahanan tubuh. Bisa melalui suplemen, sinar matahari, juga makanan seperti jamur, kuning telur, dan ikan. “Saya anjurkan minumlah vitamin D yang mengandung 1.000 IU per hari untuk memenuhi pertahanan,” ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar