Yamaha

Meski Longgar, Aturan SIKM Tetap Berlaku saat PSBB Transisi di Jakarta

  Minggu, 07 Juni 2020   Budi Cahyono
Petugas memeriksa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi kendaraan bermotor dengan pelat nomer daerah yang akan memasuki Jakarta di Check Point PSBB Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, Rabu (27/5/2020). [Suara.com/Alfian Winanto]

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Meski memberikan kelonggaran pada saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di masa transisi, Pemprov DKI Jakarta tetap memberlakukan aturan penggunaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM)

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan, aturan SIKM untuk keluar masuk Ibu Kota masih diterapkan selama wabah virus corona atau Covid-19 masih dianggap sebagai bencana nasional non-alam.

"SIKM tetap berlaku sampai dengan penetapan status bencana nasional non-alam itu dicabut sesuai dengan Keppres 12/2020," ujar Syafrin saat dihubungi, Minggu (7/6/2020).

Karena masa berlaku SIKM cukup lama, Syafrin menyebut masyarakat bisa membuat SIKM untuk tenggat waktu yang lebih lama. Surat izin ini disebutnya bisa berlaku lebih dari satu kali perjalanan sesuai perizinan yang diterbitkan.

"Ada yang memilih untuk jangka waktu tertentu. Sistem akan memberikan izin sesuai dengan jangka waktu yang dimohon," kata Syafrin.

Menurutnya SIKM untuk jangka panjang ini cocok seperti untuk warga Jakarta yang bekerja di Karawang, Jawa Barat setiap harinya.

Sementara, jika ada yang memang memiliki keperluan untuk satu kali perjalanan maka tak perlu mengurus izin SIKM jangka panjang.

"Kami imbau pada masyarakat pada saat mengurus SIKM jika memang tujuannya hanya sekali perjalanan ya cukup sekali perjalanan," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar