Yamaha

1.851 Anak di Indonesia Terpapar COVID-19, Nasdem: Pemerintah Jangan Sok Cool

  Senin, 08 Juni 2020   Widya Victoria
Anggota Komisi IX DPR, Arzeti Bilbina

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Virus corona juga menyerang anak usia sekolah. Bahkan angka kasus anak-anak positif COVID-19 di Indonesia ini tertinggi di Asia. 

Data Kementerian Kesehatan per 30 Mei 2020 menyebutkan, ada sekitar 1.851 anak di bawah usia 18 tahun yang terpapar COVID-19.

Anggota Komisi IX DPR, Arzeti Bilbina mengaku gregetan terhadap sikap dan langkah pemerintah yang terkesan abai atas kondisi ini. 

“Pemerintah jangan sok cool deh. Gregetan nih. Jangan menyepelekan data dan fakta. Dua hal ini harus benar-benar menjadi pijakan pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat sasaran, baik di hulu maupun di hilir,” ujar Arzeti, Senin (8/6/2020).

Menurut dia, pemerintah perlu meningkatkan kualitas kesehatan bagi anak-anak.

“Perlu lebih intensif lagi vaksinasi, pemberian vitamin, makanan tambahan, serta sosialisasi dan edukasi menjaga kesehatan bagi anak di tengah pandemi COVID-19," tegas anggota DPR dari Dapil Jawa Timur I ini.

Arzeti mengkritik pemerintah kurang responsif. Menurutnya, hingga saat ini belum ada instruksi kepada kepala daerah untuk benar-benar mengantisipasi tingginya kasus anak terpapar COVID-19. 

Di Jawa Timur sendiri, lanjutnya, kasus anak positif COVID-19 relatif tinggi. Data per 1 Juni 2020 menyebutkan, total 127 kasus. “Ini tentu menjadi alert bagi kita semua,” ujarnya.

Kondisi inipun diperparah  dengan hasil temuan dia di lapangan saat reses. Di mana angka stunting dan malnutrisi yang memang sudah tinggi sebelum dan terlebih pada saat pandemi COVID-19.

“Dengan kenyataan tingkat vaksinasi kita menurun, malnutrisi, dan stunting itu membuktikan anak-anak kita rentan. Fakta ini diperkeruh dengan abainya orang tua dalam menjaga anak agar tidak terpapar virus. Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan instruksi yang jelas. Jangan hanya sekadar imbauan. Berikan edukasi dan solusi yang tepat,” terang politisi dari Fraksi PKB tersebut.

Dari sisi regulasi, Arzeti mendesak kepala daerah agar menyiapkan payung hukum untuk lebih memproteksi anak-anak. "Hak anak-anak dalam mendapatkan pelayanan kesehatan harus dipenuhi oleh negara, terlebih di masa pandemi COVID-19 ini," tandas Arzeti. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar