Yamaha

200 Akun Ujaran Kebencian Soal Rasisme Dihapus Facebook

  Senin, 08 Juni 2020   Budi Cahyono
[Ilustrasi] Facebook telah menghapus 200 akun soal ujaran kebencian rasisme di Amerika Serikat. (Shutterstock)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Gelombang aksi protes atas rasisme kematian George Floyd masih bergejolak di Amerika Serikat. Kasus rasisme di dunia tak hanya terjadi akhir-akhir ini saja, melainkan sudan beberapa masa lampau.

Salah satu media yang rentan disusupi konten rasisme yakni Facebook. Terkonfirmasi Facebook sedikitnya menghapus 200 akun yang berhubungan dengan kelompok supremasi kulit putih, yang berusaha menggalang para pendukung untuk menghadiri protes atas kekerasan polisi terhadap orang kulit hitam.

Dikutip The Verge dari Associated Press, Senin (8/6/2020), akun tersebut terkait dengan dua kelompok kebencian yang telah dilarang oleh Facebook, yaitu Proud Boys dan the American Guard.

AYO BACA : Penangkapan George Floyd Penuh Tindakan Rasis, Kerusuhan Pecah di Amerika

Facebook telah memantau akun dan mulai melihat unggahan yang mendorong orang untuk menghadiri protes secara langsung dan bergerak dengan membawa senjata. Perusahaan tidak memberikan detail tentang di mana pengguna akun berada atau apa yang secara khusus mereka rencanakan.

Pekan lalu Facebook mengatakan, akan membatasi penyebaran grup dan halaman pada platformnya yang terhubung dengan istilah "boogaloo", yang digunakan beberapa kelompok sayap kanan untuk merujuk pada Perang Sipil Amerika kedua yang diperkirakan akan terjadi. Facebook akan menghapus halaman dan grup dari hasil pencarian dan tidak akan merekomendasikannya kepada pengguna lain.

Di sisi lain, Facebook juga menerbitkan rekomendasi baru untuk admin grup dalam upaya membantu mereka memfasilitasi percakapan tentang ras dan ketidaksetaraan.

AYO BACA : Kardinal Suharyo: Ujaran Kebencian Tanda Zaman Negatif

Grup telah berperan penting untuk memoderasi diskusi tentang gerakan Black Lives Matter dan ketidakadilan di Amerika Serikat. Tetapi beberapa admin dan moderator menghapus postingan pengguna yang dianggap "politis". Keputusan penghapusan itu mendorong anggota untuk meninggalkan grup dan bahkan dapat menimbulkan perdebatan satu sama lain.

Facebook juga menyebut bahwa admin grup harus mengedukasi diri mereka sendiri tentang masalah tersebut.

"Ciptakan peluang bagi anggota baru dan beragam untuk bergabung dengan tim moderasi, mengakui peristiwa terkini dengan unggahan yang menguraikan aturan, dengarkan anggota, dan terbuka untuk berubah di sekitar pos yang diizinkan," tulis Facebook dalam postingannya.

Facebook secara langsung membatasi larangan posting politik yang diikuti banyak kelompok dan merekomendasikan agar para admin grup membuat daftar topik tertentu yang tidak diizinkan.

AYO BACA : Massa George Floyd Nonmuslim Jadi Tameng Hidup saat Lindungi Jemaah Salat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar