Yamaha

Tak Ingin Risiko, Pemkot Bogor Belum Beri Lampu Hijau Ojol Angkut Penumpang

  Senin, 08 Juni 2020   Budi Cahyono
Pengendara Ojek Online (Ojol) memasang pelindung plastik saat melintas di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (8/6/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

AYO BACA : Update Covid-19 Kota Bogor, Bertambah 2 Kasus Positif

AYO BACA : PT KCI : Antrean Penumpang KRL karena Terapkan Jaga Jarak

BOGOR, AYOJAKARTA.COM – Selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proposional hingga 2 Juli 2020, Pemkot Bogor belum memberikan lampu hijau operasional ojek online (ojol).

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, pihaknya tak ingin mengambil risiko bila terjadi penularan virus corona akibat ojol kembali mengangkut penumpang.

Sesuai Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 44 Tahun 2020 dari revisi Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 30 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka Penanganan Covid-19 di Kota Bogor, Dedie menyebut, pihaknya masih menegakkan aturan jaga jarak. Sementara, bila ojol kembali mengangkut penumpang, maka tak ada lagi jaga jarak.

"Karena di Perwali 44 itu kan kita berlakukan sosial dan physical distancing. Kalau ojolngangkut penumpang kan tidak diatur jarak fisiknya," kata Dedie saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Senin (8/6/2020).

Dedie mengatakan, telah menggelar pembahasan dengan perwakilan Go-Jek untuk mempertimbangkan layanan Go-Ride kembali mengangkut penumpang. Dedie menyebut, Go-Jek telah menyampaikan pengembangan sejumlah layanan

AYO BACA : Ini Penyebab Stasiun Bogor Dipadati Penumpang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar