Yamaha

Prancis Larang Penangkapan dengan Cekik Leher

  Selasa, 09 Juni 2020   Khoirur Rozi
Menteri Dalam Negeri Prancis, Christophe Castaner (AFP/Clement Mahoudeau)

PARIS, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Prancis melarang kepolisian di negaranya menggunakan metode penangkapan yang mengancam nyawa seseorang. Kebijakan ini diambil setelah adanya kasus kematian yang menimpa George Floyd di Amerika Serikat.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Christophe Castaner mengatakan, kebijakan tersebut diambil setelah adanya desakan dari sejumlah pihak. Banyak yang khawatir apa yang menimpa Floyd di AS terjadi juga di Perancis.

"Sekarang dilarang untuk mendorong bagian leher. Tidak ada penangkapan yang bisa membahayakan nyawa seseorang," kata Castaner dilansir dari AP News, Selasa (9/8/2020).

Dia bahkan melarang akademi polisi mengajarkan teknik penangkapan pelaku kejahatan dengan mencekik atau menekan dada. Hal ini dilakukan demi meminimalisir risiko kematian dari sebuah operasi penangkapan.

"Metode merebut leher melalui pencekikan akan ditinggalkan dan tidak akan lagi diajarkan di sekolah-sekolah kepolisian Perancis," ujarnya.

Selain itu, Castaner akan menjatuhkan sanksi kepada petugas kepolisian yang terbukti melakukan tindakan rasisme. Dia mengecam keras segala bentuk penindasan dalam bentuk rasis di negaranya.

"Rasisme tidak memiliki tempat di masyarakat kita dan bahkan tidak punya ruang gerak," ungkap Castaner.

Meski demikian, Castaner mengakui masih ada oknum polisi yang bertindak rasis. Oleh karena itu, dia mengusulkan agar setiap petugas kepolisian Prancis dilengkapi kamera di tubuh mereka untuk meminimalisir rasisme.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar