Yamaha

Pemkot Jakpus Inspeksi Kantor-kantor di Kawasan MH Thamrin

  Selasa, 09 Juni 2020   Aldi Gultom
Kawasan perkantoran Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. (Asumsi.co)

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Pemkot Jakarta Pusat menggelar inspeksi perkantoran di kawasan Jalan MH Thamrin untuk memastikan pelaksanaan PSBB Transisi sesuai Peraturan Gubernur dan Keputusan Gubernur.

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Jakarta Pusat, Fidiyah Rokhim, mengungkapkan, pemantauan implementasi PSBB Masa Transisi dilakukan di tujuh perkantoran. Empat perkantoran berada di Gedung The Plaza Office Tower, Kecamatan Menteng; tiga perkantoran lain berada di kawasan Sudirman Sahid Center (SCC), Kecamatan Tanah Abang.

"Dalam melakukan monitoring tersebut, dibagi dua tim. Masing-masing tim terdiri dari 20 petugas gabungan. Hasil dari monitoring tersebut, mereka semua mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan," kata Rokhim saat dikonfirmasi tim Sudin Kominfotik Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2020).

Sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51/2020 dan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 563/2020 terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di PSBB Masa Transisi. Perkantoran, pabrik, pergudangan, layanan pendukung, restoran, dan toko atau ritel yang berdiri sendiri dapat memulai aktivitasnya per Senin (8/6/2020) kemarin.

Meski diperkenankan beroperasi kembali, ada syarat yang mutlak harus dipenuhi yaitu setiap tempat kerja atau kantor hanya boleh terisi 50 persen dari total kapasitas. 

Di tempat terpisah, Kepala Seksi Pengawasan Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Jakarta Pusat, Kartika Lubis, mengatakan pihaknya bakal terus memonitor perkantoran di wilayahnya.

"Bila dalam masa PSBB transisi ada perusahaan yang melanggar, akan dikenakan sanksi sesuai pasal 13 ayat 2 dalam Pergub 51/2020, yakni setiap pimpinan atau penanggung jawab tempat kerja yang tidak melaksanakan kewajiban akan mendapat teguran tertulis dan denda administratif sebesar Rp 25 juta," jelasnya.

Kartika menerangkan, beberapa syarat yang wajib dipatuhi oleh perusahaan yakni membentuk tim penanganan COVID-19 di tempat kerja dan menerapkan batasan jumlah karyawan 50 persen di dalam tempat kerja dalam waktu bersamaan. 

Selain itu, pekerja wajib menggunakan masker, menerapkan pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk tempat kerja, menyediakan hand sanitizer dan sarana cuci tangan dengan air mengalir lengkap dengan sabun, hingga melakukan pemantauan kesehatan para pekerja secara proaktif. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar