Yamaha

Produksi APD Meningkat, Indonesia Segera Lakukan Ekspor

  Selasa, 09 Juni 2020   Khoirur Rozi
[Ilustrasi] Pekerja menyelesaikan pembuatan alat pelindung diri (APD) di rumah produksi, Jalan Cicalengka, Antapani, Kota Bandung, Senin (13/4/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SETIABUDI, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan bahwa produksi alat pelindung diri (APD) mengalami surplus hingga Desember 2020. Bahkan dia menyebut APD produksi dalam negeri ini bisa membantu kebutuhan luar negeri.

“Gerak cepat yang dilakukan oleh industri tekstil dalam negeri, baik yang skala besar maupun rumahan, membuat banjir produksi APD seperti masker medis, sehingga perlu dicarikan solusi untuk pemasaran,” kata Agus dalam dalam keterangan resminya, Selasa (9/6/2020).

AYO BACA : Sepi Pesanan, Pengusaha Konfeksi Banting Setir Produksi APD

Berdasarkan data yang dihimpun Kemenperin dan Kementerian Kesehatan, terjadi surplus produksi sampai Desember 2020 sebesar 1,96 miliar buah untuk masker bedah, kemudian 377,7 juta buah masker kain, sebanyak 13,2 juta buah pakaian bedah (gown/surgical gown), dan 356,6 juta buah untuk pakaian pelindung medis (coverall).

APD yang diproduksi industri lokal tersebut, mampu memenuhi persyaratan medis menurut standar WHO. Bahkan, beberapa produk dalam negeri itu juga telah lulus uji ISO 16604 standar level tertinggi WHO (premium grade) yang dilakukan di lembaga uji di Amerika Serikat dan Taiwan, sehingga dapat aman digunakan oleh tenaga medis di seluruh dunia.

AYO BACA : Keren, APD Khusus Pengemudi Ojol Ini Bisa Cegah Droplet

Adapun tiga produk baju APD berbahan baku dalam negeri dan diproduksi oleh industri nasional yang sudah mencapai standar internasional, yaitu baju APD dari PT Sritex, PT SUM dan Leading Garmen serta PT APF dan Busana apparel, yang semuanya telah lolos uji standar ISO 16604 Class 2 bahkan lebih tinggi.

“Jadi, oversupply ini perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan yang tepat agar potensi ekspor yang sangat besar ini bisa dimanfaatkan. Kebutuhan dunia yang semakin meningkat dapat menjadi trigger agar industri dalam negeri dapat bertahan, sekaligus tetap berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pemerintah akan mendorong ekspor APD dengan melakukan revisi Peraturan Menteri Perdagangan terkait larangan ekspor untuk merelaksasi ekspor APD dan masker. Wacana ini tentunya dengan mempertimbangkan terlebih dahulu pemenuhan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri. Langkah ini sudah disepakati bersama oleh Menperin, Mendag, dan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

“Banyak negara di dunia yang kini masih membutuhkan masker dan APD. Misalnya, Amerika Serikat dan Korea Selatan,” ujarnya.

Untuk diketahui, ekspor APD dan masker oleh produsen lokal sebenarnya bukan hal baru. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia sempat melakukan ekspor APD senilai 257.000 dolar AS pada April 2020

AYO BACA : HIPMI Gandeng E-commerce IndoAlkes Distribusi APD Medis

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar