Yamaha

Pakar Sebut PSBB Transisi di Jakarta Belum Waktunya

  Rabu, 10 Juni 2020   Khoirur Rozi
Ilustrasi - Pelanggar PSBB dikenakan sanksi kerja sosial dengan rompi khusus di Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. (Dok. Pemkot Jaktim)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Kebijakan membuka kembali aktivitas sosial dan ekonomi di masa PSBB transisi dipandang belum tepat waktunya. Pasalnya, angka penularan Covid-19 di DKI Jakarta belum berada di level aman.

"Masa transisi harusnya bukan sekarang, karena kasus baru masih banyak, masih 400-an lebih dalam seminggu. itu masih banyak," kata Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono saat dihubungi Ayojakarta, Rabu (10/6/2020).

AYO BACA : Status PSBB Jakarta Akan Diumumkan 3 Juni 2020

Menurut Miko, untuk membuka kembali aktivitas publik harus dengan persiapan matang, termasuk soal kapasitas rumah sakit. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus yang terjadi akibat interaksi sosial di ruang publik.

"Sebenarnya transisi boleh, tapi apa yang dilakukan pada transisi itu harus jelas. Jadi harus ada persiapan-persiapan ke new normal. Tapi jangan dibuka semua (aktivitas sosial)," jelasnya.

AYO BACA : Dari 59 Orang, Cuma 7 Pelanggar PSBB yang Ikhlas Didenda Rp100.000

Jika lonjakan kasus terus terjadi selama masa transisi di Jakarta, Miko menyarankan agar Pemprov DKI kembali menutup seluruh aktivitas sosial. Artinya, Jakarta kembali menerapkan PSBB secara ketat seperti selama tiga bulan lalu.

"Kalau (kasus positif Covid-19) meningkat terus begini, harus dilakukan PSBB lagi. Jadi jangan cepat-cepat membuka PSBB kalau belum disiapkan dengan benar. Kalau menurut saya waktunya belum tepat," ujarnya.

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus Covid-19 tertinggi pada 9 Juni yakni 234 kasus. Sedangkan pada hari ini, kasus positif kembali bertambah sebanyak 147 kasus, sehingga totalnya mencapai 8.423 kasus.

Meski kasus positif melonjak, pasien sembuh juga bertambah signifikan. Pada hari ini ada 148 pasien yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19, sehingga total kesembuhan sebanyak 3.517 orang. Sementara angka kematian bertambah 4 orang, maka totalnya menjadi 551 orang.

AYO BACA : Pakar Epidemiologi Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta Terus Terjadi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar