Yamaha

Sudah Kelewatan, 15 Warga Kena Kerja Sosial dan Denda Rp 250.000

  Kamis, 11 Juni 2020   Aldi Gultom
Ilustrasi - Para pelanggar yang terjaring operasi penegakan aturan PSBB di wilayah DKI Jakarta diminta mengenakan rompi khusus bertuliskan Pelanggar PSBB. (Dok. Pemkot Jakut).

TAMANSARI, AYOJAKARTA.COM -- Sanksi berat diterima 15 warga Pinangsia akibat tidak menaati aturan PSBB Transisi yaitu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Bukan cuma kerja sosial memakai rompi oranye, mereka juga didenda Rp 250.000 per orang.

Lurah Pinangsia, Bing Slamet, mengatakan, sanksi tersebut adalah bentuk penegakan aturan Pergub 41/2020 tentang pengenaan sanksi bagi pelanggar PSBB masa transisi.

Kegiatan penertiban dilaksanakan di Jalan Pangeran Jayakarta, depan Pasar Pecah Kulit, Pinangsia. 

Para petugas yang terlibat terdiri dari unsur Tiga Pilar yaitu Babinsa, BKO TNI AL, Binmas, Satpol PP Pinangsia dan Kecamatan Tamansari, serta Dishub Kecamatan Tamansari. 

"Kami kembali melaksanakan pengawasan penegakan Perda Nomor 41 tahun 2020 karena melihat masih banyak pelanggar PSBB, terutama warga yang tidak memakai masker," ujarnya. 

Sebelum-sebelumnya, sanksi yang diberikan kepada pelanggar PSBB sebatas surat teguran. Kini tim Satgas Penanganan COVID-19 Kelurahan Pinangsia langsung menindak pelanggar PSBB dengan denda administrasi. 
"Sanksi itu diatur dalam Pergub pasal 4 yang menyebutkan tiga sanksi, termasuk denda administrasi," terang Bing Slamet. 

"Para pelanggar memakai rompi oranye, sekaligus disuruh membersihkan fasilitas umum di Jalan Pangeran Jayakarta. Semua ini dilakukan agar menimbulkan efek jera," tutupnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar