Yamaha

Sediakan Pembatas, Ojol Bekasi Siap Angkut Penumpang

  Kamis, 11 Juni 2020   Firda Puri Agustine
Pengendara Ojek Online (Ojol) memasang pelindung plastik saat pengambilan gambar di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (8/6/2020). Rencana pemasangan pelindung plastik yang akan diterapkan salah satu perusaan Ojol tersebut guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BEKASI TIMUR, AYOJAKARTA.COM --  Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi segera mengizinkan ojek online kembali beroperasi mengangkut penumpang dengan sejumlah syarat. Salah satunya mewajibkan pengemudi ojek online menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Salah satu pengemudi ojol di Bekasi Timur, Marsudi mengaku dirinya sudah siap mengangkut penumpang dengan protokol kesehatan yang berlaku. Bahkan, ia sedang memesan papan pembatas khusus antara pengemudi dan penumpang.

AYO BACA : Pengemudi Ojol Siap "Hijaukan" Istana Jika Tetap Dilarang Bawa Penumpang Pasca-PSBB

“Motor saya mau dipakein pembatas biar sama-sama aman. Modal sendiri karena dari perusahaan belum ada infonya (apakah ada pembatas yang disediakan),” kata dia kepada Ayobekasi.net, Kamis (11/6/2020).

Bukan hanya itu, Marsudi pun sudah membeli persediaan masker kain dan cairan pencuci tangan yang disiapkan khusus untuk penumpang.

AYO BACA : Pengemudi Ojol Mengaku Sulit Dapat Penumpang

“Saya siapin aja siapa tahu penumpangnya ada yang lupa bawa masker atau hand sanitizer,” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan Fudi, pengemudi ojol di Bekasi Selatan yang sudah mempersiapkan segala protokol kesehatan jauh sebelum diminta pemerintah. Dia pun rutin mencuci motornya sepekan dua kali.

“Kebersihan itu buat saya nomor satu. Kalau kitanya bersih, penyakit juga Insha Allah enggak mau mampir,” kata dia.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan izin ojol kembali mengangkut penumpang apabila mereka siap menerapkan prrotokol kesehatan yang berlaku seperti memakai masker dan menjaga jarak antar pengemudi dan penumpang.

“Prinsipnya kami mengikuti kebijakan DKI Jakarta juga karena sebagai kota penyangga. Paling penting mereka wajib mentaati protokol kesehatan yang ada,” ujarnya.

AYO BACA : PSBB Proporsional, Ojol di Depok Dilarang Angkut Penumpang hingga 2 Juli 2020

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar