Yamaha

Jangan Samakan Wiraswasta dengan Wirausaha, Beda Toh?

  Jumat, 12 Juni 2020   Editor
Ilustrasi wiraswasta

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Semua orang dapat dipastikan pernah mendengar istilah wiraswasta. Namun, dalam mengartikan istilah tersebut secara spesifik dan tepat, bisa dibilang masih sedikit orang yang bisa. Pasalnya, wiraswasta sendiri sering diidentikkan dengan sebuah bidang bisnis dan berdagang.

Jika dilihat dari definisi kata tersebut, wiraswasta ternyata lebih mengacu kepada karakter atau kemampuan yang dimiliki seseorang, lho! Memahami makna wiraswasta hendaknya perlu dilakukan oleh masyarakat, terutama yang tertarik untuk terjun ke dunia bisnis ataupun yang ingin memiliki bisnis sendiri. 

Nah, agar tidak salah lagi mengartikan istilah tersebut, disadur dari Cermati.com, simak penjelasan mengenai definisi, ciri-ciri, unsur penting, jenis, dan tips untuk sukses berwiraswasta berikut ini. 

Pengertian Wiraswasta

Wiraswasta sebenarnya tidak mengacu kepada suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh seseorang. Melainkan, wiraswasta adalah karakter atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam menyadari serta merintis berbagai macam peluang usaha. Peluang usaha bisa didapatkan oleh seorang wiraswastawan melalui suatu kejadian maupun area tertentu. 

Seseorang bisa dikatakan sebagai seorang wiraswastawan unggul jika mampu memanfaatkan sumber daya serta informasi yang dimiliki guna membangun jaringan. Tidak hanya itu, wiraswastawan juga harus mampu menghasilkan keuntungan secara finansial selama kurun waktu yang lama atau jangka panjang. Barulah dengan begitu wiraswastawan bisa dikatakan unggul. 

Namun, saat melihat penjelasan dari para ahli, makna dari wiraswasta tersebut juga menjadi berbeda lagi. Salah satunya adalah pengertian wiraswasta menurut Sumahamijaya sebagai orang yang bersifat berani, teladan, keutamaan, dan memiliki semangat dari kekuatannya sendiri.

Sedangkan Suhadi mendefinisikan wiraswasta sebagai seseorang dengan karakteristik seperti berpandangan luas, percaya diri, ulet dalam hal mental, serta lincah berusaha. Terakhir, menurut Djatmiko, yang dimaksud dengan wiraswasta itu adalah tindakan atau kemampuan manusia yang dapat mengkoordinasi sumber daya alam, energi, dan juga manusia menjadi produk dan jasa bernilai ekonomi. 

Terlihat dari penjelasan para ahli tersebut, wiraswasta dapat disimpulkan sebagai seseorang yang bisa berinovasi, berani menanggung risiko, serta mampu mengelola usahanya agar tercapai sebuah keuntungan. Jadi, wiraswasta bukanlah sekadar kegiatan berdagang atau berbisnis seperti yang selama ini banyak dipahami oleh masyarakat luas. 

Ciri Seseorang Mempunyai Jiwa Wiraswasta

Memiliki dan Paham dengan Passion Dirinya
Tidak ada orang yang hidup tanpa memiliki sebuah passion. Namun, berbeda dengan orang biasa, wiraswastawan memahami betul akan passion yang dimilikinya sehingga dapat memanfaatkannya sebagai sumber keuntungan. 

Di samping itu, usaha yang dirintis dengan passion tinggi akan lebih mudah berkembang dan memiliki peluang lebih besar untuk berhasil. Jadi, seorang wiraswasta yang menjalankan bisnisnya berdasarkan passion miliknya dapat lebih lama bertahan. 

Percaya Diri Tinggi
Ciri selanjutnya adalah memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi. Percaya diri disini diartikan sebagai hal yang tidak akan membuat seseorang gentar meski bisnis atau usaha yang dirintisnya banyak dihujat maupun diremehkan oleh orang lain. Sebab, wiraswastawan yakin jika usaha yang dijalaninya sesuai dengan passionnya dan akan memberikan kesuksesan. 

Disiplin dan Berdedikasi Tinggi
Sama halnya dengan semua kegiatan apapun, jika dilakukan dengan tidak disiplin dan berdedikasi, peluang untuk berhasilnya menjadi sangat rendah. Hal inilah yang membuat disiplin juga berdedikasi tinggi merupakan ciri selanjutnya dari orang yang berjiwa wiraswasta. 

Tidak Takut Mengambil Risiko
Setiap hal yang dipilih dan dilakukan pasti memiliki risiko dan tantangannya tersendiri. Namun, bagi wiraswastawan, risiko maupun rintangan tersebut bukanlah penghalang. 

Melainkan, kegagalan sekalipun akan dijadikan sebagai pelajaran dan pengalaman oleh wiraswastawan sebagai bekal di usaha yang selanjutnya. Jadi, agar dapat menjadi seorang wiraswasta yang andal, jangan pernah takut mengambil risiko dan pastikan untuk bertanggung jawab pada setiap pilihan yang dipilih. 

Selalu Menyiapkan Rencana dari Usaha yang Ditekuni
Ciri selanjutnya adalah berani mengambil risiko. Namun, wiraswastawan yang baik tidak akan pernah mengambil suatu keputusan tanpa memiliki rencana maupun pertimbangan matang. Dengan begitu, potensi untuk salah melangkah dan berimbas buruk pada bisnis tidak akan terjadi. 

Unsur Penting dalam Berwiraswasta

Setelah memahami ciri-cirinya, sekarang lanjut membahas unsur penting dalam berwiraswasta. Pada dasarnya, terdapat 3 unsur utama dalam berwiraswasta. Unsur-unsur tersebut adalah unsur pengetahuan, unsur keterampilan, dan unsur keterampilan.

Unsur pengetahuan sendiri mengacu pada wiraswastawan harus mempunyai pengetahuan atau pengalaman yang berkaitan dengan usaha yang sedang dilakoninya. Seorang wiraswasta juga tidak pernah berhenti mempelajari hal baru yang dapat meningkatkan keberhasilan bisnis miliknya. Pada akhirnya, unsur pengetahuan inilah yang memengaruhi wiraswastawan untuk bisa mengambil tindakan maupun keputusan yang tepat pada usahanya. 

Unsur yang kedua, unsur keterampilan, berkaitan dengan kemampuan wiraswastawan dalam berupaya mencapai kesuksesan bisnis. Unsur ini bisa didapatkan dari berbagai macam sumber, seperti pelatihan maupun pengalaman kerja. Yang pasti, usahakan diri untuk selalu terampil dalam berwiraswasta agar tingkat keberhasilannya menjadi lebih tinggi. 

Terakhir, unsur kewaspadaan adalah sifat waspada yang harus dimiliki oleh wiraswastawan. Unsur kewaspadaan adalah perpaduan dari sikap mental dan juga pengambilan sikap saat menghadapi sebuah hal. Unsur penting ini perlu dimiliki agar dapat melihat segala risiko pada usahanya dan memastikannya untuk tidak terjadi atau mencari jalan keluar yang paling efektif.

Jenis Wiraswasta Berdasarkan Tindakan
Wiraswasta bisa digolongkan dalam dua jenis, yakni berdasarkan tindakan dan juga keahlian atau sumber penghasilannya. Berdasarkan tindakannya, wiraswasta bisa dibedakan lagi menjadi 4 jenis, yakni:

Innovating Entrepreneur 
Innovating entrepreneur sendiri adalah jenis yang melibatkan orang lain dengan sifat agresif saat melakukan berbagai macam uji coba. Wiraswastawan jenis ini juga lebih tertarik dalam memanfaatkan segala kemungkinan berbisnis yang mungkin untuk dipraktekkan. 

Initiative Entrepreneur
Sedangkan untuk jenis initiative entrepreneur merupakan orang yang mempunyai sikap inisiatif dalam memanfaatkan beragam inovasi yang sudah ditemukan. 

Fabian Entrepreneur
Untuk Fabian entrepreneur adalah jenis yang mempunyai sikap yang kurang lebih mirip dengan fobia. Maksudnya, mereka cenderung berhati-hati atau bahkan merasa ragu saat mengelola usahanya. Wiraswastawan jenis ini biasanya akan berusaha untuk meniru bisnis atau barang yang dianggap sudah terbukti memberikan keuntungan. 

Done Entrepreneur
Terakhir, done entrepreneur adalah jenis yang memanfaatkan sebuah potensi yang dapat diubah menjadi suatu inovasi. Inovasi inilah yang kemudian dapat memberikan hasil maksimal. 

Jenis Wiraswasta Berdasarkan Keahlian serta Sumber Penghasilan

Selain berdasarkan tindakan, wiraswasta juga dapat dibedakan berdasarkan keahlian atau sumber penghasilannya yang meliputi:

Intrapreneur
Intrapreneur adalah seseorang yang mampu memengaruhi, mengajak, serta memimpin orang lain. Contoh pekerjaan dari jenis ini adalah agen asuransi, konsultan, pemasaran, dan agen sekuritas. 

Extrapreneur
Sebaliknya, extrapreneur adalah seseorang yang dapat menghibur serta lebih unggul pada kegiatan yang berhubungan dengan kreativitas. Contoh pekerjaannya adalah seniman, aktor, dan juga penulis lagi. 

Infopreneur
Yang ketiga, orang yang memiliki jiwa wiraswasta jenis infopreneur lihai dalam mengajar, menyederhanakan, mengorganisasi, ataupun menata. Contoh pekerjaan dari jenis ini adalah pengarang buku, pencipta software, konsultan marketing, dan penyedia konten digital. 

Autopreneur
Terakhir, autopreneur adalah seseorang yang mampu menanam modal, menganalisa, dan mengetahui nilai tersembunyi dalam sebuah hal. Contoh pekerjaannya adalah investor, pemilik real estate, pemegang saham, dan pemilik kontrakan. 

Tips Menjadi Seorang Wiraswastawan Sukses

Menjadi seorang wiraswastawan yang sukses tentu membutuhkan kerja keras dan komitmen. Namun, ada beberapa tips yang sebaiknya dilakukan oleh wiraswastawan agar usahanya lebih berpeluang untuk berhasil. Berikut adalah tipsnya:

Pastikan usaha atau bisnis yang sedang dirintis dikenal oleh orang terdekat terlebih dahulu.
Hindari menggunakan promosi melalui pihak ketiga karena dapat menambah pengeluaran bisnis.
Buat skala prioritas.
Selalu lakukan evaluasi diri dan nilai semua keputusan yang pernah dibuat.
Latih diri menjadi seorang yang proaktif.
Sisihkan waktu untuk berpikir kreatif.
Jangan takut untuk belajar dari keberhasilan orang lain.
Tidak ragu dalam mengambil risiko usaha.
Buat target dan tujuan bisnis serta mengevaluasinya secara berkala.
Usahakan untuk membangun bisnis sesuai passion dan bukan semata-mata karena ingin mendapatkan untung banyak.
Seimbangkan kehidupan berwiraswasta dengan kehidupan pribadi.

Jadi, itulah tips agar bisa sukses sebagai seorang wiraswasta. Pastikan untuk mengikuti tips tersebut, terutama bagi Anda yang baru saja terjun ke dunia tersebut, agar peluang mendapatkan kesuksesan menjadi lebih tinggi. 

Jangan Lagi Samakan Wiraswasta dengan Wirausaha

Wiraswasta adalah seseorang yang mampu mengetahui adanya sebuah peluang usaha melalui memanfaatkan produk unggulan yang ada di pasaran dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial. Sedangkan, wirausaha adalah seseorang yang dapat memperkenalkan produk atau jasa baru berdasarkan hasil riset serta kreativitas yang dimilikinya. Jadi, kedua istilah tersebut sebenarnya tidak bisa disamakan satu sama lain.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar