Yamaha

PSBB Kota Bandung Diperpanjang, Tapi Ada Pelonggaran

  Sabtu, 13 Juni 2020   Aldi Gultom
Pekerja menyemprotkan cairan disinfektan di tempat wisata Farm House, Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (12/6/2020). Jelang era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), industri pariwisata di Lembang wajib menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pemkot Bandung memutuskan untuk melanjutkan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 26 Juni 2020. 

Dalam penerapannya, terdapat sejumlah kelonggaran aturan untuk aktivitas warga. Salah satunya di sektor pariwisata. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Dewi Kaniasari, mengatakan, kegiatan kebudayaan yang dilaksanakan di ruang terbuka dapat mulai beroperasi.

"Kegiatan kebudayaan atau kesenian yang dilaksanakan di ruang terbuka atau outdoor, seperti Saung Angklung Udjo, dapat dilaksanakan," ungkapnya ketika dihubungi Ayobandung.com, Sabtu (13/6/2020).

Namun, tempat wisata lain yang berpotensi padat pengunjung seperti Kebun Binatang dan Taman Lalulintas belum dapat beroperasi. Dibukanya tempat wisata kebudayaan seperti Saung Angklung Udjo tersebut menjadi sarana uji coba untuk memantau kepatuhan warga dalam menjalankan protokol kesehatan di sektor pariwisata.

"Kita lihat dulu di Saung Angklung Udjo, untuk kedisiplinan masyarakat dan pengunjungnya seperti apa," ungkapnya.

Nantinya hal tersebut akan dievaluasi ketika PSBB proporsional berakhir. Sehingga, kemungkinan membuka tempat wisata lain bisa dipertimbangkan selepas 26 Juni 2020.

"Tanggal 26 Juni nanti bisa dievaluasi dan diusulkan penambahan (pembukaan tempat wisata) bila masyarakat semakin disiplin," ungkapnya.

Sementara itu, operasional sektor wisata lain seperti perhotelan pun masih diperkenankan dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Hotel dan seluruh ruangannya boleh beroperasi maksimal 30 persen dari total kapasitas.

"Tidak menyiapkan buffet yang bisa diambil sendiri oleh tamu, seluruhnya oleh petugas. Diutamakan pelayanan (makanan) dikirim ke kamar," ungkapnya.

Selain itu, setiap kamar yang telah digunakan tamu harus dibersihkan dan disterilisasi. Kemudian, kamar tersebut harus dibiarkan selama 1x24 jam sebelum dapat digunakan tamu lainnya.

Mal juga akan mulai beroperasi pada 15 Juni 2020. Syaratnya adalah pengunjung maksimal 30 persen dari total kapasitas, hanya beroperasi dari pukul 10.00-20.00 WIB, dan tidak membuka bioskop, karaoke, spa, tempat permainan anak dan salon kecantikan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar