Yamaha

Kemenpora Rilis Protokol Kesehatan, Begini Tanggapan Exco PSSI

  Sabtu, 13 Juni 2020   Budi Cahyono
Anggota Komisi X DPR-RI Yoyok Sukawi saat bertemu Menpora Zainudin Amali. (dok)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Pemuda dan Olahraga baru saja merilis protokol kesehatan untuk kegiatan olahraga di era new normal.

Protokol kesehatan ini dirilis Kemenpora di Jakarta, 11 Juni 2020 melalui SK Menpora bernomor 6.11.1/Menpora/VI/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 pada Kegiatan Kepemudaan dan Keolahragaan dalam Mendukung Tatanan Kehidupan New Normal.

Dalam protokol kesehatan tersebut, Kemenpora membagi kegiatan olahraga dalam tiga tahapan walaupun tidak menyebutkan kapan waktunya.

Pada tahap pertama, kegiatan atlet olahraga yang bersifat individu boleh dilakukan dengan protokol kesehatan yang cukup ketat dan harus melalui tes PCR yang hasilnya negatif.

Kemudian di tahapan kedua kegiatan olahraga yang melibatkan orang banyak seperti sepak bola juga sudah boleh dilakukan serta kejuaraan dalam negeri boleh dilakukan atas seizin pemerintah. Tetapi di tahapan ini belum diperbolehkan adanya penonton yang hadir menyaksikan.

Sementara di tahapan terakhir atau ketiga, Kemenpora sudah memperbolehkan adanya pertandingan atau uji coba yang melibatkan tim dari luar negeri dan bisa dihadiri penonton. Namun kompetisi olahraga diperbolehkan berlangsung dengan kehadiran penonton maksimal 30 persen dari kapasitas penuh.

Selain itu, penonton yang hadir usianya minimal 17 tahun dan maksimal 45 tahun serta bisa menunjukkan hasil tes PCR yang negatif.

Menanggapi rilis protokol tersebut, anggota Exco PSSI, AS Sukawijaya merespons positif protokol Kemenpora tersebut. “Kalau saya mengucapkan terima kasih karena Kemenpora sudah membuat protokol kesehatan yang cukup bermanfaat untuk atlet dan para penonton nantinya,” ucap Yoyok Sukawi, panggilan akrabnya, saat dihubungi Ayojakarta, Sabtu (13/6/2020).

Namun, tambahnya, untuk poin ketiga terkait kapasitas 30 persen kuota penonton di stadion. Hal ini bisa diartikan berbeda, karena kapasitas stadion di masing-masing kota berbeda.

Dia mencontohkan terkait poin ketiga yakni Stadion Gelora Bung Karno memiliki kapasitas 77 ribu penonton jika penuh dengan single seat. Dari 30 persennya, sekitar 20 ribu penonton boleh hadir di stadion.

“Seperti contoh Stadion GBK (red-Gelora Bung Karno) itu cukup besar. Kapasitasnya sekitar 77 ribu kalau penuh dengan single seat. Berarti sekitar 20 ribu boleh datang ke stadion kalau melihat aturan tersebut di tahap ketiga. Ini yang harus hati-hati kalau pandemi belum teratasi secara tuntas,” tegas Yoyok yang juga CEO PSIS Semarang.

Dia menambahkan, aturannya harus dibuat detail dan soal kapasitas 30 persen kuota penonton di tahapan ketiga. “Namun harus hati-hati juga dalam pelaksanaanya,” pungkas Yoyok yang juga anggota Komisi X DPR-RI membidangi olahraga tersebut.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar