Yamaha

PSBB Dilonggarkan, Jurig Asia Afrika Bandung Mulai Nongol

  Senin, 15 Juni 2020   Editor
Yuni alias Inuy (43) cosplayer

REGOL, AYOJAKARTA.COM -- Sudah cukup lama kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung sepi dari hingar bingar karena pandemi virus corona. Namun, seiring dengan pelonggaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional, aktivitas warga mulai berdenyut di area tersebut. 

Salah satunya ditandai dengan kemunculan kembali para "jurig" alias "hantu" di sekitaran pinggir Jalan Asia Afrika dan Jalan Sukarno. Mereka tergabung dalam komunitas pehobi cosplay ''hantu" dan kerap diminta warga untuk berfoto.

Yuni (43) misalnya. Wanita yang memiliki ciri khas dandanan sebagai "pengantin berdarah" ini mulai kembali turun ke jalan sejak awal Juni. Aturan PSBB yang dilonggarkan membuat dia dan sejumlah rekannya memberanikan diri untuk kembali menyapa warga dengan kostum khas mereka.

"Masih coba-coba sih, karena ada aturan pemerintah juga untuk membatasi kegiatan jadi kami di sini juga enggak bisa banyakan," ungkapnya, belum lama ini.

Dia mengatakan, pada hari normal para jurig bisa berkumpul hingga mencapai 60 orang. Namun, di masa PSBB, maksimal hanya lima orang yang boleh "bermain" (istilah untuk turun ke jalan) dalam waktu yang bersamaan.

"Kami juga lihat-lihat situasi dan berusaha menghindari kerumunan. Untuk difoto kan paling hanya beberapa detik, tapi sisanya kami cari tempat yang aman agar tidak terlalu mengundang warga," ujarnya.

Yuni menuturkan, upayanya kembali turun ke jalan untuk meredam stres setelah sekian lama berdiam di dalam rumah. Selama pandemi, dia dan komunitasnya juga terpaksa kehilangan sejumlah job untuk memeriahkan sejumlah acara.

"Ada beberapa acara yang harus dicancel karena corona, sudah lama juga diam di rumah jadi sekarang mau coba-coba bermain lagi sambil mantau situasi," ucapnya.

Pantauan di lokasi, seorang cosplayer jurig dengan tema "nenek gayung" juga tak lupa mengenakan masker yang menutupi hidung dan mulutnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar