Yamaha

FIFA Respons Ancaman Donald Trump Soal Rasisme di Sepak Bola

  Selasa, 16 Juni 2020   Budi Cahyono
Aksi demonstrasi protes Black Lives Matter di depan kedutaan AS di London, Minggu (7/6/2020). (Foto: AP / Frank Augstein)

ZURICH, AYOJAKARTA.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam tidak akan menyaksikan pertandingan sepak bola jika masih ada pemain AS yang berlutut saat lagu kebangsaan sedang berkumandang.

Pernyataan Trump tersebut tentu saja mendapatkan respons keras dari FIFA. Dalam pernyataan resminya, FIFA menegaskan, seharusnya Trump menggunakan akal sehat untuk menanggapi keputusan pemain yang berlutut sebagai bentuk protes terhadap diskriminasi rasisme.

"FIFA dengan tegas menggunakan toleransi, saling menghormati, dan akal sehat untuk menanggapi isu-isu yang menjadi perdebatan," bunyi pernyataan FIFA yang dikutip ESPN, Selasa (16/6/2020).

"FIFA tidak akan menoleransi semua diskriminasi dalam sepak bola karena sudah tercantum dalam statuta FIFA. Kami menyatakan penolakan terhadap rasisme dan kekerasan," lanjut mereka.

Presiden FIFA, Gianni Infantino menyatakan dukungannya untuk beberapa pemain Bundesliga Jerman yang juga pemain ASm Weston McKennie yang terlihat berlutut sebelum pertandingan dimulai.

"FIFA menyatakan sikap Infantino untuk melawan rasisme, diskriminasi dan kekerasan masih belum berubah sejak dua pekan lalu," bunyi pernyataan FIFA.

Sebelumnya, Donald Trump  mengancam tidak akan menonton sepak bola setelah pesepak bola AS, Megan Rapinoe menyatakan dukungan Colin Kaepernick yang berlutut saat lagu kebangsaan berkumandang untuk memprotes brutalitas polisi dan rasialisme.

"Lebih baik AS tidak punya tim sepak bola daripada memilikinya tapi tidak ingin berdiri saat ada lagu kebangsaan," tulisnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar