Yamaha

Wali Kota Jaktim Jamin Pengawasan Ketat Pasar-pasar Selama PSBB Transisi

  Selasa, 16 Juni 2020   Aldi Gultom
Pasar Induk Kramat Jati (bisnis.com/jakarta.go.id)

KRAMAT JATI, AYOJAKARTA.COM -- Pengawasan terhadap pasar-pasar di Jakarta Timur akan terus dilakukan untuk menegakkan Pergub DKI Jakarta 51/2020.

Pergub itu mengatur Pelaksanaan PSBB pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif. 

Wali Kota Jakarta Timur, M. Anwar, mengatakan, warga yang tidak memakai masker akan dikenakan sanksi berupa denda administrasi Rp250.000. Pelanggar bisa juga memilih sanksi kerja sosial membersihkan area Pasar Induk Kramat Jati.

"Kami akan terus melakukan pengawasan dan penegakan peraturan di seluruh pasar di wilayah Jakarta Timur," kata Anwar saat berada di Pasar Induk Kramat Jati, tadi pagi (Selasa, 16/6/2020).

Dari hasil pemantauannya di Pasar Induk Kramat Jati, Anwar mengakui bahwa pengelola pasar telah menerapkan sistem kios ganjil genap, pengecekan suhu badan di area pintu masuk, memperbanyak tempat cuci tangan, dan penempatan Tim Gugus Tugas COVID-19. 

Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penambahan petugas sembari memperketat protokol kesehatan di area Pasar Induk.

"Kami melakukan penambahan petugas Gugus Tugas COVID-19 untuk mengecek suhu tubuh bagi pengendara motor dan mobil," kata Agus.

Pasar Induk Kramat Jati mengerahkan petugas keliling yang mengimbau semua pedagang dan pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak fisik dan mencuci tangan. 

Penyemprotan disinfektan juga dilakukan hari ini oleh petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan Jakarta Timur.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar