Yamaha

Jelang Dibuka, Ragunan Disteriliasi dan Disemprot Disinfektan

  Rabu, 17 Juni 2020   Budi Cahyono
Petugas memasang tanda jarak di bangku saat simulasi persiapan pembukaan kembali Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2020). Ragunan dibuka kembali untuk umum pada Sabtu (20/6/2020). (Foto: Republika/Putra M. Akbar)

PASAR MINGGU, AYOJAKARTA.COM – Setelah 10 pekan Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, ditutup karena pandemi Covid-19, kebun binatang di Jakarta tersebut akan dibuka untuk umum pada Sabtu (20/6/2020).

Pembukaan Ragunan di era kenormalan baru ini dilakukan pembatasan ketat dengan jumlah pengunjung hanya untuk 1.000 orang per hari. Pengunjung diharuskan mendaftar tiket secara daring dan wajib menerapkan protokol kesehatan.

"Mulai 20 Juni, Ragunan kembali dibuka tetapi dibatasi untuk 1.000 orang dan khusus untuk warga ber-KTP DKI Jakarta," kata Kepala Unit Operasional Ragunan, Widodo.

Menurut dia, Ragunan juga membatasi pengunjung dari kalangan anak-anak. Ibu hamil dan lansia tidak dibolehkan masuk. "Batas usia anak 9 tahun ke bawah tidak dibolehkan masuk, begitu juga ibu hamil dan lansia usia 65 tahun ke atas," kata Widodo.

Menjelang pembukaan tersebut, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) DKI Jakarta melakukan penyemprotan disinfektan dan sterilisasi di Taman Margasatwa Ragunan. Penyemprotan disinfeksi itu melibatkan 11 unit kendaraan damkar, 13 unit penyemprot portabel dengan 86 personel.

Kadis PKP DKI Jakarta Satriadi Gunawan, mengatakan, pengerahan personel cukup besar karena cakupan wilayah yang disemprot dan disterilisasi luas.

"Ini penyemprotan dan sterilisasi berskala besar, tujuannya kita ingin memastikan pembukaan Ragunan nanti dalam keadaan sehat dan produktif," kata Satriadi di Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Satriadi mengatakan, penyemprotan berskala besar difokuskan pada area publik dan fasilitas umum seperti trotoar serta jalan. Untuk penyemprotan disinfektan di area kandang satwa dan fasilitas di dalamnya dilakukan oleh pengelola Ragunan.

Satriadi menjelaskan, cairan disinfektan yang digunakan oleh damkar jenis klorin kadar 60 persen yang direkomendasi oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup DKI, serta sesuai dengan ambang batas yang rekomendasikan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Untuk penyemprotan seluas 130 hektare ini kita menggunakan tiga drum klorin kadar 60 persen atau sekitar 15x3 kg," kata Satriadi.

Menurut Satriadi, penyemprotan disinfektan di Ragunan melibatkan Damkar akan diagenda rutin sepekan sekali. Sedangkan disinfeksi rutin setiap hari dilakukan Ragunan di kandang satwa dan fasilitas di dalam lainnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar