Yamaha

Gowes Keluar Jalur Sepeda, Siap-siap Didenda Rp100 Ribu!

  Jumat, 19 Juni 2020   Fitria Rahmawati
Jalur khusus sepeda disediakan selama masa PSBB Transisi di DKI Jakata. Foto: Republika/Putra M. Akbar

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Ada aturan untuk pengguna sepeda yang melintas di jalur khusus sepeda sementara selama masa PSBB transisi yang kini dipisahkan dari trotoar. Jika melewati batas jalur sepeda yang sudah dibatasi menggunakan traffic one maka akan dikenakan denda Rp100.000.

AYO BACA : Jalur Khusus Sepeda Sementara Disediakan Selama PSBB

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, para pesepeda wajib melintas di jalur khusus yang telah disediakan. Kini jalur sepeda sudha disediakan dengan lajur yang disatukan untuk pelintas sepeda motor.

AYO BACA : Pengguna Sepeda di Jakarta Melonjak 1.000 Persen

"Pesepeda yang tidak gunakan jalur sepeda yang sudah disediakan, artinya kalau di jalan itu sudah ada jalur sepeda kemudian tidak dipakai, itu ancaman hukumannya di pasal 299 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dendanya Rp 100 ribu atau hukuman penjara 15 hari," kata Sambodo di Jakarta, Kamis (18/6/2020).
 
"Jika memang di jalannya tidak ada marka, sepeda dan pesepeda jalurnya di luar itu, maka tidak terancam pidana tersebut," ujar dia.

Tak hanya bagi pesepeda, pengendara motor juga akan diancam sanksi jika menerobos jalur sepeda dan dikenakan denda Rp500.000. Hal itu tertuang dalam Pasal 287 ayat 1 tentang Melanggar Rambu atau Marka, Melanggar Aturan Perintah atau Larangan.

"Disitu kan markanya tidak terputus di jalur sepeda, pelanggarannya di Pasal 287 ayat 1, ancaman hukum 500 ribu atau kurungan dua bulan," ujar dia.
 
Meski demikian, ia masih akan melakukan sosialisasi terkait aturan-aturan tersebut selama satu pekan ke depan. Dia pun mengimbau kepada para pesepeda dan pengendara kendaraan bermotor untuk melintas di jalur yang telah disediakan. 
 
Sambodo pun menegaskan, ancaman pidana tersebut dibuat bukan untuk menakuti masyarakat. Namun, lebih mengarah sebagai bentuk kewaspadaan agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas antar sesama pesepeda atau kendaraan bermotor lainnya di jalan raya.
 
Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya bersama dengan Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan jalur sepeda sementara (pop-up bike line) selama pelaksanakaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Jalur sepeda sementara itu akan diterapkan di sepanjang 14 kilometer Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin untuk kedua arahnya.
 
Jalur sepeda sementara itu akan mengambil jalur kendaraan bermotor. Traffic cone atau kerucut lalu lintas akan dipasang sebagai pembatas antara jalur pesepeda dan pengendara kendaraan bermotor.
 
Jam operasional jalur sepeda diatur dalam beberapa waktu. Senin-Jumat dimulai pukul 06.00-08.00 WIB dan 16.00-18.00 WIB. Kemudian, Sabtu dan Ahad sejak pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-19.00 WIB. Di luar jam operasional tersebut, maka traffic cone akan dipinggirkan untuk kendaraan bermotor melintas

AYO BACA : 5 Rekomendasi Sepeda Lipat Harga Ramah di Kantong

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar