Yamaha

Selusin Perampok Ditangkap, Tiga Tewas Didor, Tiga Lagi Masih DPO

  Jumat, 19 Juni 2020   Fitria Rahmawati
Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya menangkap 12 tersangka kawanan perampok spesialis nasabah bank. (Suara.com/M. Yasir)

SENAYAN, AYOJAKARTA.COM - Sebanyak 12 orang kawanan perampok spesialis nasabah bank dicokok Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya. Hal itu merupakan pengembangan kasus perampokan nasabah bank di Depok dengan korban Ida Rosida (49). Saat itu Ida mengalami pecah kaca, uang 80 juta hampir digondol perampok dan menjadi viral di media sosial.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, 12 pelaku yang ditangkap ini kerap melakukan aksi dengan peranan yang berbeda.

"Dari kasus itu kami melakukan penyelidikan satu bulan dan kami menangkap pelaku ada 12 orang yang berhasil kita tangkap," kata Nana di Polda Metro Jaya, Jumat (19/6/2020).

AYO BACA : Perampok Pecah Kaca Mobil di Depok Masih Diburu Polisi

Selusin kawanan rampok tersebut ditangkap di berbagai lokasi berbeda yakni di Depok, Tanggerang, dan Bogor. Dalam penangkapan, tiga di antaranya tewas ditembak karena melakukan perlawanan. Tiga pelaku kriminal yang tewas tersebut yakni BS, RR dan AMT. Sementara, ada tiga perampok yang kini menjadi DPO yakni A, AM dan H.

Kini polisi mengamankan sembilan perampok lainnya yakni WA, YS, DF, DD, DD, H, T, E dan S.

"Ketika dalam penangkapan mereka dipersenjatai senjata api dan kami melalukan tindakan tegas terukur," ujar Nana.

AYO BACA : Masa Pandemi, Kasus Perampokan Minimarket Meningkat di Jakarta

Menurut Nana, para tersangka memiliki peran masing-masing. Beberapa di antaranya berperan mencari korban dengan berpura-pura sebagai nasabah bank, melakukan pembuntutan, hingga menjadi eksekutor.

Lebih jauh Nana mengatakan, sindikat ini ternyata sudah berulang kali beraksi melakukan kejahatan yang sama di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Satu tersangka juga merupakan residivis dalam kasus yang sama.

"Hasil pemeriksaan mereka akui ada sembilan TKP di wilayah Depok, Tangerang," ungkap Nana.

Dari tangan tersangka polisi turut menyita sejumlah barang bukti di antaranya tiga senjata api rakitan jenis revolver, delapan butir peluru, satu gergaji, dua kikir, enam karet ban dimodifikasi dengan ditempel paku dan satu kawat payung dimodifikasi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal berlapis yaitu Pasal 365 KUHP, 363 KUHP dan atau Pasal 1 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 12 tahun 1951. Mereka terancam hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun.

AYO BACA : Pegawai Minimarket di Serpong Duel Gagalkan Perampokan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar