Yamaha

Program Sedekah Minyak Jelantah di Jaksel Masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

  Sabtu, 20 Juni 2020   Aldi Gultom
Ilustrasi minyak jelantah (shutterstock)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Program Kampung Tersenyum berhasil masuk ke dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik versi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). 

Program Kampung Tersenyum merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Jakarta Selatan dengan Rumah Sosial Kutub pada tahun 2018. Tersenyum adalah akronim dari Terima Sedekah Minyak Jelantah Untuk Mereka.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jaksel, M. Amin, menjelaskan, Pemkot Jaksel menyingkirkan 2.250 proposal yang diajukan dan masuk nominasi. Program Kampung Tersenyum ini pun selaras dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 167/2016 Tentang Pengelolaan Limbah Minyak Goreng. 

“Pak Wali Kota (Jaksel) Marullah Matali juga menerbitkan Instruksi Wali Kota Jakarta Selatan Nomor 22/2020 Tentang Kampung Tersenyum Minyak Jelantah,” ujarnya kepada tim Sudin Kominfotik Jaksel.

Biasanya, minyak jelantah atau minyak goreng sisa dibuang pemakainya sehingga mencemari lingkungan. Sedangkan Program Kampung Tersenyum bertujuan mengubah minyak jelantah menjadi lebih bernilai atau bisa diuangkan. 

AYO BACA : Pondok Labu Jadi Daerah Percontohan Gerakan Sedekah Minyak Jelantah

“Masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam program tersebut. Hingga kini sudah 39 kelurahan dari total 65 kelurahan se-Jakarta Selatan. Belum semua memang, tapi sudah ada instruksi Wali Kota. Sekarang sekitar 55 persen Kelurahan sudah bergabung,” kata Marullah.

Amin menerangkan teknisnya. Rumah Sosial Kutub mendistribusikan sekitar 6000 jeriken minyak jelantah ke semua kelurahan di DKI, dengan pembagian satu jeriken per RT. Semua minyak jelantah yang dikumpulkan dari warga akan dimasukkan ke dalam satu jeriken. 

“Per satu ton minyak akan dihargai Rp 60 ribu yang dibayarkan oleh Rumah Sosial Kutub. Ada pembagian sedekah antara masyarakat dengan Rumah Sosial Kutub.  Karena ini dana sosial, pembagiannya 60 persen bagi masyarakat dan 40 persen untuk yayasan Rumah Kutub,” jelasnya.

Salah satu kelurahan yang menjalankan program itu adalah Kelurahan Pondok Labu. Di sana, hasil penjualan minyak jelantah disumbangkan ke anak-anak yatim. 

Hingga Juni 2020, dana yang terkumpul dari program ini sudah sebanyak Rp 98 juta. Dana sedekah itu berasal dari seluruh kelurahan yang berpartisipasi dalam program. 

“Dikembalikan ke masyarakat sebesar Rp 53 juta dan Rp 39 juta untuk dikelola oleh Rumah Kutub,” terang Amin.

AYO BACA : Gerakan Mengatasi Limbah Minyak Jelantah Diinisiasi Kelurahan Sukapura

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar