Yamaha

Ketum Jakmania tak Setuju Kompetisi Liga 1 Dilanjutkan, Ini Alasannya

  Minggu, 21 Juni 2020   Budi Cahyono
The Jakmania saat mendukung Persija Jakarta. (Ayojakarta.com/Hendy Dinata)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – PSSI secara resmi telah mengumumkan akan kembali menggulirkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 pada September atau Oktober 2020. Kabar tersebut disambut antusias klub-klub dan para pemain.

Namun, pendapat berbeda disampaikan Ketua umum organisasi pendukung Persija Jakarta atau The Jakmania, Diky Soemarno. Dia mengaku tidak setuju kompetisi Liga 1 musim 2020 dilanjutkan di tengah pandemi Covid-19.

Diky menjelaskan, ada beberapa hal yang membuatnya tidak setuju, yakni soal keselamatan para pemain dan kondisi keuangan klub.

"Kami tidak tahu bagaimana penerapan protokol Covid-19, bagaimana situasi nanti, karena sampai saat ini belum menurun pandeminya. Yang kedua adalah keselamatan finansial klub. Bayangkan saja, bagaimana klub harus menyiapkan semua protokol Covid-19 di pertandingan,” jelas Diky seperti dikutip Republika, Minggu (21/6/2020).

Diky mencontohkan bahwa seandainya satu klub memainkan delapan pertandingan dalam sebulan, maka biaya yang perlu dikeluarkan klub untuk melakukan tes kepada segenap anggota tim akan sangat menyedot biaya.

Masalah lain terkait kondisi keuangan klub yang disoroti Diky adalah pemasukan yang didapat klub. Sponsor-sponsor klub pasti akan melakukan penyesuaian akibat masih dihantam oleh pandemi, sedangkan pemasukan dari tiket penonton tidak dapat diandalkan karena adanya wacana penonton hanya dapat mengisi 30 persen stadion.

"Harus diperhatikan betul-betul protokol Covid-19 untuk sepak bola, karena sekarang sepak bola sudah bukan lagi jadi barang yang murah," kata Diky.

Adapun dengan alasan PSSI melanjutkan kompetisi untuk kampanye adaptasi dan persiapan Piala Dunia U-20, pria lulusan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia itu beranggapan lebih masuk akal bagi PSSI untuk memantau statistik para pemain muda yang dimaksud ketimbang memaksakan berjalannya Liga 1 dan 2.

Alternatif lain, menurut Diky, adalah menggelar kompetisi-kompetisi usia U-16 dan U-19, yang relatif lebih ekonomis dibandingkan memainkan kompetisi level tertinggi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar