Yamaha

Sempat Melonjak Kasus Covid-19 di Kota Bogor Kembali Landai

  Minggu, 21 Juni 2020   Firda Puri Agustine
Wali Kota Bogor, Bima Arya (Ayobogor/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan data dan angka perkembangan terbaru Covid-19 di Kota Bogor. Berdasarkan data, grafik kasus Covid-19 kembali melandai setelah sempat melonjak.

"Kita lihat dari data per 18 Juni, kasus positif ada 163 kasus. Sempat melonjak sejak 9 Juni, tetapi kemudian sejak tanggal 15 Juni relatif landai. Angka pasien yang sembuh perlahan-lahan semakin baik grafiknya. Angka yang wafat kita lihat  juga relatif datar, tidak terlalu tinggi lonjakannya. 15 orang per 1 Juni dan bertambah 2 orang saja per tanggal 18 Juni," kata Bima.

Bima menyampaikan apabila dilihat berdasarkan usia, ada kelompok yang sangat rentan terkena covid, yaitu usia 50 sampai 59 tahun ada sebanyak 44 kasus dan yang berikutnya adalah usia 40 sampai 49 tahun sebanyak 37 kasus.

"Jadi, usia yang rentan terkena Covid dari 40-60 tahun. Kemudian, kalau kita lihat berdasarkan jenis kelamin dari pasien yang meninggal, laki-laki ada 13 kasus dan 4 kasus perempuan," tambahnya.

Bima menjelaskan, tim dari Pemkot Bogor juga mendalami dan menganalisa lonjakan kasus yang terjadi pada pekan kedua Juni 2020.

"Jadi dari lonjakan itu 53,84 persen atau 28 kasus, setelah kita dalami itu sumber penularannya dari fasilitas kesehatan (faskes) seperti rumah sakit, laboratorium dan apotek. Setelah kita telusuri, tim Dinkes bersama tim Provinsi menemukan banyak fakta tidak ditaatinya protokol kesehatan di tempat tempat tersebut,” jelasnya.

“Misalnya jalur pasien yang belum dipisah, pengolahan limbah medis, pemisahan toilet dan sebagainya. Jadi cukup banyak fakta temuan yang mengindikasikan protokol kesehatan yang tidak maksimal diterapkan," sambungnya.

Di posisi kedua, terdapat lonjakan kasus pada kelompok lokasi penularan dari luar Kota Bogor.

"Seperti warga Bogor yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya maupun dari luar negeri ada 10 kasus atau 19,23 persen," ucap Bima.

Di posisi ketiga kelompok lokasi penularan adalah kantor pemerintahan sebanyak 7 kasus atau 13,46 persen.

"Begitu juga dengan penularan di pertokoan dan pusat perbelanjaan, yakni sama 7 kasus. Langkah pemerintah adalah memperketat protokol kesehatan di semua tempat tersebut. Kemudian Pemerintah Kota Bogor melakukan tiga langkah strategis untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan lagi," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar