Yamaha

Guo Kai

  Senin, 22 Juni 2020   Editor
Ilustrasi Guo Kai

Guo Kai* adalah Menteri Negeri Zhao. Zhao adalah salah satu negeri dari banyak negeri di China, sebelum kita mengenal China yang bersatu seperti sekarang. Ada Qin di barat, Wei di tengah, Zhao di utara, Han di tengah, Chu di selatan, Yan di utara, dan Qi di timur.

Sekitar abad ke-3 sebelum masehi, raja Qin, Ying Zheng berambisi menyatukan seluruh China di bawah panji Qin. Dengan bimbingan Wei Liao, sang guru penasehat, Raja Ying Zheng berhasil menaklukkan kekaisaran lain satu per satu dan kemudian mendirikan Dinasti Qin.

Setelah menaklukkan negeri Han, Qin ingin menaklukkan negeri Wei, yang berbatasan langsung dengan Qin di sisi barat Wei atau sebagian sisi timur Qin. Agar penaklukan Wei berjalan mudah, maka Qin harus menaklukkan Zhao terlebih dahulu. Karena Zhao berbatasan langsung dengan Wei di sisi selatannya (atau utara dari sisi Wei) dan sebagian sisi timur Qin juga berbatasan dengan sisi barat Zhao. Jadi secara geografis, kalau Zhao bisa ditaklukkan terlebih dahulu, maka Wei bisa diserang dari dua arah, yakni dari barat (Qin) dan dari utara (Zhao).

Masalahnya hubungan Qin dan Zhao sangat baik. Tidak ada alasan untuk menyerang Zhao. Maka diutuslah duta untuk membujuk raja Zhao agar membantu Wei yang sudah diancam oleh pasukan Qin. Operasi dilakukan dengan menyuap Guo Kai, menteri korup kesayangan raja Zhao.

Operasi rayuan berhasil. Zhao bersedia membantu Wei melawan Qin sehingga Qin memiliki alasan menyerang Zhao.

Singkat cerita, kemenangan demi kemenangan diraih Qin. Zhao terdesak tapi masih bisa bertahan. Disinilah Guo Kai, sang pengkhianat berperan memuluskan langkah Qin. Guo Kai menyurati raja Qin bahwa dia akan menjamin penaklukan Zhao asal sang raja Qin, Ying Zheng, memimpin sendiri pasukannya. Ying Zheng menyetujuinya dan Zhao akhirnya menyerah.

Selanjutnya, Qin menaklukkan Wei, disusul Chu, Qi, dan akhirnya Yan. Seluruh China berhasil disatukan oleh Raja Ying Zheng dan mendirikan Dinasti Qin. Berhasil menaklukkan seluruh negeri, Ying Zheng membuat pangkat baru bagi dirinya: ‘Huang Di’ (Sang Kaisar) dan menyebut dirinya ‘Zhen’ (Aku yang berkuasa penuh). Gelarnya adalah ‘Qin Shi Huang’ (Kaisar pertama Dinasti Qin).

Pada puncak kejayaannya, Ying Zheng, kemudian mengangkat Guo Kai sebagai tangan kanannya. Sifat korupnya terbawa juga ke Qin dan makin menjadi-jadi karena mengelola kekuasaan yang lebih besar. Lazimnya pejabat korup, Guo Kai tidak kompeten mengurus negara, tetapi sangat kompeten menghasut dan menyenangkan atasan. Guo Kai akhirnya menjerumuskan pewaris Ying Zheng pada kehancuran dan keruntuhan Dinasti Qin.

Qin yang tak terkalahkan berhasil menyatukan China, menyatukan mata uang, menyatukan tulisan China, dan membangun banyak proyek megah yang abadi sepanjang masa, ternyata hanya berumur dua generasi. Karena pewaris tahta Qin dari generasi ketiga umurnya hanya beberapa hari. Dinasti Qin seperti roller coaster yang cepat naik dan cepat turun. Semuanya ada campur tangan sang Menteri korup bernama Guo Kai.

Hikmah apakah yang bisa kita petik dari kisah ini? Wahai para pemimpin negeri Indonesia, berhati-hatilah dengan orang kepercayaan Anda. Meski Anda perlu dia, percaya dia, sayang dia namun tetaplah menaruh kewaspadaan pada ide, gagasan, dan nasehatnya. Karena belum tentu semuanya tulus demi NKRI. Sebelum semuanya menjadi terlambat dan tak dapat diperbaiki lagi.

*Diceritakan ulang dengan perubahan dari buku The Dragon Slayer Strategy karya William Yang, 2014


Arip Musthopa
Komunitas Cinta Indonesia

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar