Yamaha

Langgar PSBB, Izin Operasional Dua Tempat Hiburan Dicabut

  Senin, 22 Juni 2020   Budi Cahyono
Pemkot Tangsel akan mencabut dua tempat hiburan yang melanggar operasional saat PSBB.

TANGERANG SELATAN, AYOJAKARTA.COM – Dua tempat hiburan di BSD, Serpong, Tangerang Selatan akan dicabut izin operasionalnya oleh Pemkot Tangsel karena melanggar dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Keterangan tersebut disampaikan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Tangsel Sapta Mulyana. Proses pencabutan izin operasional kedua tempat hiburan itu sudah berjalan. Namun belum diketahui kapan pelaksanaan pencabutan akan dilakukan.

“Ya udah itu tinggal pelaksanaanya aja, prosesnya sudah berjalan,” katanya saat dihubungi Senin (22/6/2020).

AYO BACA : PSBB Kota Bogor Sementara Diperpanjang Tiga Hari

Soal pencabutan izin operasional, pihaknya menjelaskan jika Karaoke Matador BSD kerap melakukan pelanggaran selama PSBB berlangsung. Pemilik usaha kerap membandel dan tak ikuti aturan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Wali Kota Tangsel tahun 2020 tentang Pemberlakuan Pelaksanaan PSBB Dalam Rangka Penanganan Covid-19.

Sedangkan tempat hiburan Lemon Massage selain beroperasi di masa PSBB, pemilik usaha juga mengoperasikan dalam izin operasional yang sudah habis.

“Izin udah abis tapi tetap beroperasional, terakhir beroperasi PSBB kemarin dia buka dalam kondisi izin yang sudah habis sudah selesai,” kata Sapta.

AYO BACA : Pelanggar PSBB Jakarta Pusat Dikenakan Sanksi Sosial, Belum Ada yang Didenda

Namun, soal pencabutan izin operasional tempat usaha Lemon Massage, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangsel menjelaskan tak perlu dicabut. Sebab sudah tidak berlaku izin operasionalnya.

“Sudah ada jawaban dari DPMPTSP bahwa Lemon tidak perlu dicabut karena memang izinnya sudah abis tidak perlu ada pencabutan, memang sudah tidak ada izin operasionalnya,” ucapnya

Lebih lanjut, kata Sapta, pencabutan tempat usaha ini tidak dilakukan semata-mata dari Satpol PP saja melainkan juga dari dinas terkait. “Kita kan sama DPMPTSP ya bukan semata mata dari sini aja ya, pencabutan itu meliputi beberapa tahapan tidak hanya dari Satpol PP saja,” jelas Sapta

Sementara, Kepala DPMPTSP Kota Tangsel Bambang Noertjahjo menyampaikan, pihaknya memiliki kuasa menerbitkan izin dan berkuasa mencabut perizinan operasional. “Artinya gini, perizinan kami yang menerbitkan. Tentunya kami yang punya kuasa terbit dan kami yang punya kuasa cabut," jelas Bambang.

Bambang menjelaskan, dalam proses pencabutan izin operasional merupakan salah satu permohonan dari Satpol PP. Bahkan pengajuan permohonan pencabutan izin Matador sudah masuk DPMPTSP. "Ada masuk, sudah diproses," jelasnya.

Informasinya, usulan pencabutan izin operasional Karaoke Matador BSD diketahui lantaran tempat hiburan malam tersebut beroperasi saat Tangsel tengah menjalani PSBB pada Kamis 15 Mei 2020.

AYO BACA : Ratusan Pelanggar PSBB di Jakarta Utara Disanksi Bersihkan Fasum

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar