Yamaha

Simposium PPI Amerika Eropa 2020 Digelar Virtual

  Selasa, 23 Juni 2020   Widya Victoria
Simposium PPI Amerika-Eropa 2020 di Istanbul, Turki

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia Kawasan Amerika-Eropa (PPIDK Amerop) tahun ini akan menggelar hajatan tahunan terbesarnya yang mengumpulkan perwakilan mahasiswa Indonesia di luar negeri dari 27 negara di kawasan Amerika Eropa, yaitu Simposium Amerika Eropa (SAE). 

PJ PAS Amerop 2019/2020, Choirul Anam menjelaskan, SAE merupakan ajang diskusi akademis dan ilmiah para mahasiswa Indonesia yang berada di kawasan Amerika dan Eropa untuk menghasilkan produk akademis yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah Indonesia dan para stakeholder terkait. 

Adapun ke-27 negara tersebut adalah Amerika Serikat, Kanada, dan Kuba di kawasan Amerika, serta Republik Ceko, Azerbaijan, Denmark, Islandia, Serbia, Estonia, Spanyol, Finlandia, Portugal, Irlandia, Swiss dan Leichtenstein, Austria, Norwegia, Italia, Belgia, Hungaria, Swedia, Polandia, Rusia, Prancis, Turki, Jerman, Inggris, dan Belanda di kawasan Eropa.

"Simposium kali ini merupakan SAE ke-7 yang diselenggarakan oleh PPIDK Amerop," kata Anam yang juga ketua PPI Ceko melalui siaran pers yang diterima redaksi, Senin (22/6/2020). 

Anam mengatakan, tuan rumah acara ini selalu berganti setiap tahunnya. Berdasarkan SAE ke-6 di Barcelona tahun 2019 lalu, Istanbul terpilih menjadi tuan rumah penyelenggara acara SAE 2020.

Acara yang sedianya 21-27 Juni 2020 di Istanbul Sabahattin Zaim University, Istanbul, Turki, ini diubah menjadi SAE Istanbul Daring 26-28 Juni 2020 mengingat kondisi dunia yang masih pandemik COVID-19.

"Tanpa mengurangi kualitas dan marwah acara tahunan PPIDK Amerop ini, Panitia SAE Amerop 2020 berusaha mewujudkan acara dalam platform media Zoom dan Kanal Youtube PPIDK Amerika Eropa dan PPI Turki," ujar Anam. 

Meskipun kondisi dunia saat ini masih belum lepas dari pandemik, menurut dia, seluruh mahasiswa yang terhimpun dalam PPIDK Amerop tetap termotivasi untuk mewujudkan acara SAE 2020. 

"PPIDK Amerop berkomitmen untuk melaksanakan acara ini dengan semangat dan motivasi yang tinggi untuk berkontribusi terhadap negara melalui diskusi paralel yang membahas beberapa isu penting di berbagai sektor yang kemudian menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk menjadi pertimbangan di kalangan pemangku kebijakan dan pemerintah Indonesia," paparnya. 

Lebih lanjut koordinator Public Relation SAE 2020, Fauzul Azhim memaparkan, SAE Istanbul Daring 2020 mengangkat tema “Achieving the Sustainable Development Goals: Contriving The Blueprint to Face Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0“ yang dibagi ke dalam lima sub-tema: (1) Ekonomi – Digitalisasi Ekonomi untuk Pembangunan Indonesia; (2) Sektor Publik – Implementasi Big Data dalam Pelayanan Publik; (3) Agrikultur – Peran Digitalisasi dalam Bidang Pertanian, Peternakan, dan Perikanan di Indonesia; (4) Pendidikan – Pengaruh Akademis pada Digitalisasi Pendidikan; (5) Seni dan Budaya – Pengaruh Digitalisasi terhadap Seni dan Budaya di Indonesia. 

"Masing-masing sub-tema akan diisi dengan narasumber yang ahli dalam bidangnya yang akan mengarahkan dan berkontribusi terhadap diskusi yang berlangsung," jelas Fauzul dari PPI Turki. 

Acara akan dilaksanakan selama tiga hari mulai 26 Juni 2020 yang dibuka Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki Dr. Lalu Muhammad Iqbal. 
Di hari yang sama, SAE 2020 menghadirkan keynote speaker perwakilan pemerintah Indonesia yaitu Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi RI, Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro  yang akan menyampaikan tema diskusi berjudul Digitalisasi Ekonomi untuk Pembangunan Indonesia.

Satu lagi keynote speaker yaitu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi, Nadiem Anwar Makarim dengan tema diskusi berjudul Academic Impacts on Digital Education.

Selain perwakilan dari pemerintah Indonesia, SAE 2020 juga menghadirkan perwakilan akademisi yaitu Rektor Institut Pertanian Bogor, Arif Satri dan Rektor Sabahattin Zaim University, Mahmet Bulut. 

Acara ini juga didukung oleh pemateri handal lainnya di bidangnya masing-masing  yaitu Dirjen Kebudayaan Kemendikbuddikti Hilmar Farid, komisioner KPU Viryan, Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN Setiyawan, Kepala Sub Direktorat Pengembangan Model Statistik BPS Setia Permana, CEKO Ternaknesia.com Dalu Nuzlul Kirom serta peneliti dari USI UNESCO Chair, Universita della Svizzera Italiana, Swiss, Puspita Ayu Permatasari.

Pada hari kedua, SAE 2020 akan melaksanakan Forum Group Discussion yang membahas hasil dari diskusi webinar paralel di hari pertama dan merumuskan rekomendasi-rekomendasi yang akan ditawarkan oleh para peserta diskusi. 

Rumusan rekomendasi ini kemudian akan disampaikan kepada pemerintah Indonesia melalui kementerian terkait sebagai input policy untuk meningkatkan kualitas kebijakan yang ada dari sudut pandang akademis para mahasiswa di kawasan Amerika-Eropa.

Sebagai puncak acara SAE 2020 ini, pada 28 Juni 2020 akan diselenggarakan Musyawarah Tahunan PPIDK Amerop untuk merumuskan serta mengevaluasi organisasi ini untuk ke depannya. Pada sesi ini juga, ke-27 delegasi PPIN yang hadir akan memilih koordinator dan wakil koordinator PPIDK Amerop 2020/2021 sekaligus tuan rumah SAE ke-8 yang akan dilaksanakan pada tahun 2021. 

Fauzul menambahkan, pada tahun ini, PPIDK Amerop akan mendapatkan tambahan keanggotaan dua negara yang akan tergabung dalam perhimpunan pelajar yaitu PPI Rumania dan PPI Lithuania. 

Menurut dia, penambahan keanggotaan ini juga menunjukkan bahwa sebaran pelajar Indonesia di Eropa semakin luas dan merambah ke negara-negara baru yang sebelumnya belum pernah ada pelajar Indonesia di negara tersebut. 

"Fakta ini menjadi bukti nyata semakin tingginya minat pelajar Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikannya dengan menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi di kawasan Amerika-Eropa," tutupnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar