Yamaha

Usai PSBB, Warga Mulai Kunjungi Wisata Alam di Cisarua

  Selasa, 23 Juni 2020   Budi Cahyono
Wisatawan menikmati pemandangan Curug Pelangi di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. (Ayobandung/Tri Junari)

CISARUA, AYOBANDUNG.COM -- Setelah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) resmi dicabut, warga mulai memburu obyek wisata bernuansa alam untuk melepas penat.

Seperti terlihat di obyek wisata milik Perhutani Bandung Utara seperti Curug Pelangi dan Curug Layung di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pengunjung yang kebanyakan berasal dari Bandung Raya mulai berdatangan memburu udara segar dan pemandangan hijau memanjakan mata.

Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Cisarua, Ocep Darsila menerangkan, angka kunjungan mulai merangkak naik sejak dibuka 13 Juni 2020. Meski tidak ramai seperti sebelum pandemi, kunjungan berangsur normal.

"Kalau sebelum pandemi akhir pekan bisa 1.000 orang datang berkunjung, kalau sekarang antara 100 sampai 300 orang," ungkap Ocep saat ditemui di obyek wisata Curug Pelangi atau juga dikenal Curug Cimahi, Selasa (23/6/2020).

Menurutnya, warga yang datang masih berasal dari sekitar Bandung Raya seiring adanya larangan wisatawan asal luar Jawa Barat. Wisata alam menjadi tujuan pertama setelah merasa penat terus berdiam diri di rumah selama pandemi.

"Memang trennya warga lebih memilih wisata alam karena mungkin penat ya selama di rumah, wisatawan yang kemping ceria juga mulai banyak," katanya.

Di tempat sama, petugas Wisata Perhutani Yopi Nugraha menerangkan, obyek wisata Curug Pelangi merupakan air terjun setinggi 72 meter yang eksotis menjuntai seperti rambut.

Curug Pelangi terletak di Jalan Kolonel Masturi No 325 berada pada ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut, menawarkan suasana sejuk dan instagramable.

Beberapa inovasi dibangun agar wisatawan memiliki banyak spot selfie dengan latar air terjun. Tak hanya bisa dinikmati siang hari, saat matahari mulai tenggelam pengunjung masih bisa menikmati air terjun berwarna pelangi.

Untuk sampai ke dasar air terjun, dari pos tiket pengunjung harus menuruni 587 anak tangga dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Dibutuhkan kondisi fisik yang prima dan tips khusus agar pengunjung tak lelah dan sesak.

Terdapat dua menara pandang pada anak tangga ke-100 dan 200 yang juga bisa digunakan rehat sambil memandang utuh Curug Pelangi. Kemudian gazebo dan toilet juga sudah siap tersedia.

Keseruan berwisata ke Curug Pelangi tak cukup dengan memandang dan menghirup udara segar saja, jika beruntung disini pengunjung juga dapat bercengkrama dengan binatang liar jenis monyet ekor panjang.

"Ya di sini juga habitat monyet ekor panjang, tetapi mereka terbilang jinak tidak mengganggu pengunjung," ucap Yopi.

Untuk masuk ke obyek wisata legendaris ini, wisatawan domestik cukup merogoh kocek Rp20 ribu sementara turis mancanegara dipatok Rp30 ribu. Pengelola juga sudah menyediakan fasilitas umum yang nyaman seperti musala, toilet dan kantin.

Wisnu Anwari (28) salah seorang pengunjung asal Kota Cimahi mengaku sengaja datang ke Curug Pelangi untuk melepas penat setelah beberapa bulan hanya berdiam diri di rumah.

"Kangen ya suasana alam seperti ini, makanya sengaja datang sama teman-teman," sebutnya.

Berwisata dalam penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) memang agak sedikit ribet, ia harus tetap menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan.

"Tetap pakai masker dan jaga jarak juga dengan pengunjung lain,"ujarnya. (Tri Junari)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar