Yamaha

Pameran Artefak Rasulullah akan Digelar di Kota Bogor Sebulan Penuh

  Kamis, 25 Juni 2020   Husnul Khatimah
Audiensi panitia penyelenggara pameran artefak Rasulullah dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 di Bogor

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Pameran artefak asli Rasulullah SAW dan para sahabat RA di Kota Bogor selama kurang lebih 30 hari mulai awal Agustus mendatang akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

Hal itu disampaikan Panitia Penyelenggara Pameran saat audiensi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 di Bogor, Dedie A Rachim yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Atep Budiman, Rabu (25/6/2020) sore. 

"Kunjungan kami bersama tim kesini ingin menyampaikan rencana terkait kegiatan pameran yang akan diselenggarakan di Kota Bogor. Pada situasi saat ini, kami merasa perlu sekali berkomunikasi dengan Gugus Tugas COVID-19 Kota Bogor agar bisa mendapat arahan petunjuk teknis kegiatan serta dukungannya dari pemerintah," kata Panitia Penyelenggara Pameran, M. Nur Asyik di Sekretariat GTPP COVID-19 dilansir Ayobogor.com.

Dedie A. Rachim yang juga wakil wali kota Bogor mengatakan, pada prinsipnya pameran artefak Rasulullah SAW dan para sahabat nabi ini merupakan kegiatan yang perlu direspon positif. Pihaknya mendukung adanya kegiatan tersebut.  

"Hanya, tinggal menyesuaikan saja dengan situasi pandemi COVID-19 ini. Kemudian, kita juga harus coba mengemas apabila akan dipamerkan, namun tetap perlu menyesuaikan new normal," ujar Dedie.

Dukungan dan respon positif juga disampaikan Kepala Disparbud Kota Bogor. Menurut Atep, pameran tersebut memiliki nilai-nilai sejarah yang sangat bernilai tinggi, khususnya bagi kaum muslimin dan muslimat.

Bahkan, Atep menilai, kegiatan pameran artefak asli Rasulullah ini bisa menjadi trigger (pemicu) terhadap kegiatan pameran lainnya yang dapat memberikan kontribusi positif bagi pemulihan ekonomi di Kota Bogor akibat dampak pandemi COVID-19 yang melanda tiga bulan belakangan ini.

"Mengingat di Kota Bogor statusnya masih berada di zona kuning (level 3) untuk kegiatan/event seperti pameran yang mengundang orang berkerumun, tentunya harus tetap mempertimbangkan resiko di aspek kesehatan. Sebagai dukungan, kami selaku pembina teknis pelaksanaan kegiatan/event meminta panitia menyampaikan kesiapan penerapan protokol kesehatan ketat sekaligus cek fisik lapangan terkait komitmen penerapan protokol kesehatannya seperti apa," ujarnya.

Hasil verifikasi nantinya, sambung Atep, akan dilaporkan kepada pimpinan (Gugus Tugas) untuk bahan kajian dan pertimbangan dalam memberikan izin operasional penyelenggaraan kegiatan pameran tersebut. Mengenai teknis kegiatan, ia mengaku akan membahasnya lebih lanjut bersama para pihak dari unsur Forkopimda Kota Bogor.

Sekedar informasi, dalam pameran tersebut akan ada 30-40 artefak bersejarah.  Benda bersejarah yang turut dipamerkan antara lain, sorban, baju, janggut, darah bekam, baju perang, pedang, tongkat dan lain-lain. Untuk lokasi pameran tersebut masih dalam pembicaraan pihak penyelenggara.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar