Yamaha

Walkot Depok Larang Hewan Kurban Dijual di Pinggir Jalan

  Kamis, 25 Juni 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Pemkot Depok melarang oenjualan hewan kurban di pinggir jalan. (dok Republika)

DEPOK, AYOJAKARTA.COM – Wali Kota Depok, Mohammad Idris, melarang para penjual hewan kurban di pinggir jalan. Peraturan tersebut termaktub dalam Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

Pemerintah Kota Depok di Jawa Barat melarang penjualan hewan kurban di pinggir jalan, pinggir jalur kereta, area trotoar, area jembatan, dan bantaran sungai.

AYO BACA : 88.531 Hewan Kurban di Jakarta Dinyatakan Aman

 “Pemerintah Kota akan melokalisasi penjualan hewan kurban untuk memudahkan pengawasan penerapan protokol pencegahan penularan COVID-19 serta penjagaan kebersihan, ketertiban, dan keamanan umum,” jelas Idris di Depok, Kamis (25/6/2020), seperti dikutip Republika.

Pedagang yang akan membuka lapak penjualan hewan kurban, menurut dia, juga harus mendapatkan rekomendasi dari pemerintahan kelurahan.

AYO BACA : Jelang Idul Adha, Pasar Jaya Tambah Pasokan Besek Bambu

"Izin lapak berjualan hewan kurban berlaku mulai tanggal 26 Juni hingga 8 Juli 2020 berdasarkan rekomendasi dari lurah setempat dan dikuatkan dengan surat pernyataan tanggung jawab penuh dari pemilik atau penanggung jawab," katanya.

Pemerintah Kota Depok membatasi waktu penjualan hewan kurban dari pukul 08.00 WIB sampai 20.00 WIB serta mendorong pelayanan penjualan hewan kurban via daring.

Selain itu, pemerintah kota merekomendasikan penjualan hewan kurban dilakukan bekerja sama dengan dewan kemakmuran masjid, Badan Amil Zakat Nasional, lembaga amil zakat nasional, atau organisasi/ lembaga amil zakat lainnya agar bisa dipusatkan di lokasi-lokasi yang memenuhi syarat kebersihan dan kesehatan.

Wali Kota menambahkan, penjualan hewan kurban yang didatangkan dari luar kota harus dilengkapi denganSurat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal hewan.

"Penanggung jawab harus melaporkan kasus hewan sakit yang terindikasi penyakit antraks atau kasus kematian mendadak ke petugas kesehatan hewan atau Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok atau callcenter 112," ujarnya.

AYO BACA : Polres Metro Depok Buru Pelaku Perampokan Tenaga Medis di Angkot

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar