Yamaha

Wali Kota Jaksel: Makin Banyak Kelurahan Terlibat, Sedekah Minyak Jelantah Pecahkan Masalah Limbah

  Sabtu, 27 Juni 2020   Aldi Gultom
Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

JAGAKARSA, AYOJAKARTA.COM -- Selain menguntungkan, gerakan sedekah minyak jelantah juga menyelamatkan lingkungan. 

Di Jakarta Selatan, sudah 35 Kelurahan yang berpartisipasi dalam program yang berkolaborasi dengan Yayasan Rumah Sosial Kutub tersebut.

“Sambutan terhadap program ini cukup baik dan saya optimis sekali. Mudah-mudahan, menggenapi tahun 2020 ini, kelurahan lain akan berpartisipasi,” ujar Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali. 

Kamis lalu (25/6/2020), Marullah berkunjung ke lokasi pengumpulan sedekah minyak jelantah Yayasan Rumah Sosial Kutub atau lokasi Kampung Tersenyum, di Komplek Perumahan DKI, Jalan Kavling RW. 06, Kelurahan Cipedak Kecamatan Jagakarsa.

Menurut Marullah, visi program sedekah minyak jelantah adalah memecahkan masalah pembuangan limbah minyak. 

\"Kadang orang bingung mau buang minyak jelantah. Sementara Yayasan Rumah Sosial Kutub ini menyediakan solusi. Ternyata minyak jelantah itu masih bisa dimanfaatkan dan berdaya guna,\" kata Marullah.

AYO BACA : Program Sedekah Minyak Jelantah di Jaksel Masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

Sebelum ada program ini, sisa minyak bekas pakai tidak lagi dibuang di saluran air atau sungai sehingga menjadi beban lingkungan. Dengan dukungan masyarakat terhadap program yang juga berada di bawah Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan ini, minyak jelantah menjadi berharga dan tidak terbuang sia-sia. 

\"Habis itu dijadikan produk-produk yang inovatif dan punya nilai. Mudah-mudahan ini menjadi stimulus lain ke warga untuk ikut serta dalam program tersebut,\" katanya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Rumah Sosial Kutub, Suhito, mengatakan, program tersebut bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

\"Kita paham minyak jelantah sangat berbahaya kalau dikonsumsi terus menerus. Kalau tidak digalakkan dari sekarang, maka harus disadarkan. Budaya kita tidak terlepas dari goreng menggoreng,\" tuturnya.

Suhito menambahkan, saat ini sudah 1.889 tong sedekah minyak yang didistribuskan di 35 Kelurahan. Bahkan, per 4 Juni 2020, di Jakarta Selatan saja sudah terkumpul 18 ribu liter. Suhito mengaku jumlah itu masih jauh dari target. 

\"Potensi limbah 200 ribu liter, dan akan terus kami gencarkan di Jakarta Selatan,” tambahnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar