Yamaha

Resmi Dibuka, SAE Turki 2020 Dihadiri 77 Peserta dari 24 Negara

  Minggu, 28 Juni 2020   Widya Victoria
Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset Inovasi Nasional RI, Prof.Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro saat mengisi webinar bertemakan Eknomi di Simposium Amerika Eropa (SAE) 2020, (Choirul Anam)

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Simposium Amerika Eropa (SAE) Turki 2020 yang diadakan secara daring resmi dibuka pada Jumat (26/6/2020) waktu setempat. 

SAE Turki 2020 dihadiri 77 peserta dari berbagai belahan dunia wilayah Amerika dan Eropa. Pembukaannya oleh Duta Besar RI epublik Indonesia untuk Turki Dr. Lalu Muhammad Iqbal bersama Ketua PPI Turki Usamah Rahman, koordinator PPIDK Amerop Mohamad Fajar Haqi Ismaya, dan koordinator PPID Fadlan Muzakki.

Ada lima sub tema pada SAE kali ini yang meliputi ekonomi, sektor publik, agrikultur, pendidikan dan seni budaya. Webinar ini ditayangkan live di channel youtube PPIDK Amerop dan channel youtube PPI Turki sesuai jadwal yang telah ditentukan masing-masing tema.

Webinar pertama ditayangkan di channel youtube PPIDK Amerop bertemakan Ekonomi dengan judul “Digitalisasi Ekonomi untuk pembangunan Indonesia” yang disampaikan oleh Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset Inovasi Nasional RI, Prof.Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro. 

Bambang menekankan pentingnya riset di masa sekarang dan ke depannya untuk kemajuan ekonomi negara Indonesia. Moderator Mochamad Nur Ramadhani menyoroti beberapa poin yang menjadi sorotan dari tema ekonomi ini yaitu penggunaan ekonomi dibangun berbasis dari inovasi iptek dan berdasarkan konsep triple helix, pendidikan menjadi sektor dalam riset kemudian hasilnya dikomersialisasi dan pemerintah menjadi fasilitatornya infrastruktur yang mendukung digitalilasi menjadi prioritas.

Webinar kedua ditayangkan di channel youtube PPI Turki bertemakan Sektor Publik dengan judul “Implementasi Big Data dalam Pelayanan Publik” yang disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Pengembangan Model Statistik BPS Indonesia, Setia Pramana dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI, Viryan.

Webinar kedua ini dihadiri ampir 30 orang dari delegasi masing-masing negara wilayah Amerika dan Eropa. 

"Setiap kegiatan di penggunaan Big Data butuh kontribusi dari stakeholders karena kita bukan hanya menghasilkan data tapi menggunakan data dari stakeholders baik masyarakat, pelaku bisnis, akademisi, pemerintahitu dibutuhkan karena semua tanpa kontribusi dan kolaburasi antara stakeholders ini tidak akan bisa digunakan dengan maksimum,” ujar Pak Tio, panggilan akrab Setia Pramana. 

Viryan dalam pemaparannya menyatakan, proses pemungutan suara di Indonesia semakin menjadi rujukan dari banyak pihak, menurut beberapa lembaga pegiat pemilu dan demokrasi internasional. "Bahkan ada salah satu NGO internasional yang mengatakan, praktek pemungutan dan penghitungan suara di Indonesia itu salah satu yang terbaik di dunia” ujarnya.

Webinar ketiga ditayangkan di channel youtube PPIDK Amerop bertemakan Agrikultur dengan judul “Peran Digitalisasi dalam Bidang Pertanian, dan Perikanan di Indonesia” yang disampaikan oleh Rektor IPB, Arif Satria dan CEO Ternaknesia.com, Dalu Nuzlul Kirom. 

Webinar keempat ditayangkan di channel youtube PPI Turki bertemakan Pendidikan denga judul “Academic Impact on Digital Education”  yang disampaikan oleh Rektor Universitas Istanbul Sabahattin Zaim, Mehmet Bulut. 

Webinar kelima ditayangkan di channel youtube PPIDK Amerop bertemakan Seni dan Budaya dengan judul “Pengaruh Digitalisasi terhadap Seni dan Budaya di Indonesia” yang disampaikan oleh peneliti di USI UNESCO chair. Puspita Ayu Permatasari dan Direktur Jendral Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar