Yamaha

Pandi dan Koseta Siapkan Platform E-Commerce Bagi Karya Seni di Indonesia

  Minggu, 28 Juni 2020   Widya Victoria
platform Payment gateway – Online Submission di situs www.Resoilnation.id.

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Pandemi virus Corona yang mewabah di Indonesia sejak awal Maret lalu berdampak pada semua profesi pekerjaan, termasuk seniman. 

Sektor industri kreatif yang di dalamnya pekerja seni menjadi sektor yang paling terdampak. Berbagai rencana yang telah tersusun terpaksa dibatalkan.

Inisiator pameran daring dan penciptaan karya seni berbasis website e-commerce pertama di Indonesia, Risang Yuwono mencatat di Yogyakarta sendiri, terdapat lebih dari 700 komunitas atau sanggar yang kehilangan ruang ekspresi akibat peraturan pemerintah, dalam hal memutus mata rantai penyebaran wabah COVID-19. 

Menurut dia, ada lebih dari 400 event yang tertunda bahkan terancam dibatalkan.

Situasi tersebut menginspirasi Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) bekerja sama dengan Koperasi Seniman dan Budayawan Yogya (Koseta) membangun konsep berjejaring yang berbasiskan teknologi.

Risang menjelaskan, kolaborasi antara Pandi dan Koseta ini merupakan ihktiar untuk menjaga eksistensi pekerja seni menuju resolusi seni menghadapi pandemi COVID-19. Arah dari resolusi seni yang berbasiskan teknologi dirangkum dalam satu platform Payment gateway – Online Submission di situs www.Resoilnation.id.

"Tak hanya soal eksistensi, kita juga membuka wacana pameran dengan sistem legal yang komprehensif dengan dukungan SCW Legal & Partner untuk mengajarkan seniman betapa pentingnya infrastruktur HAKI di tengah lemahnya sistem Perlindungan Hak Cipta di Indonesia," terang Risang yang juga direktur Program Resoilnation. 

Di kesempatan lain, Yudho Giri Sucahyo selaku Ketua Pandi, merasa tertantang untuk ikut terlibat dan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap event pameran ini. 

"Nilai tambah dari pameran ini di luar logika umum, out of the box, karena seluruh karya yang terjual akan dikelola untuk penciptaan  lahan–lahan pertanian baru," ujarnya. 

Yudho berharap pameran ini dapat mendukung program ketahanan pangan di tengah ancaman pandemi dan efek domino yang mengancam keberlangsungan ekonomi sosial budaya di Indonesia maupun di dunia.
 
"Dukungan Pandi yang bekerja sama dengan mitra strategis penyedia  jasa telekomunikasi "Citrahost" diwujudkan dalam pemberian hibah berupa Domain dan Hosting  bagi seluruh pameris,  serta pembuatan website resoilnation," paparnya. 

Paska pameran, menurut dia, para mitra juga akan mengembangkan kapasitas seniman melalui pelatihan daring guna membangkitkan visibilitas seniman di era digital.

Kolaborasi yang digagas Pandi dan KOSETA tersebut mendapat apresiasi dari GKR Mangkubumi. 

“Saya melihat bahwa di era sekarang ini diperlukan sebuah usaha yang tidak kalah inovatif dari negara-negara maju di dunia, tak lain agar pelaku seni di Indonesia bisa bersaing dengan dunia internasional,” ujar GKR Mangkubumi di sela-sela pertemuan dengan Pandi di Yogyakarta, Jumat (26/6/2020) lalu.

Lebih jauh, GKR Mangkubumi berharap pelaku seni di Indonesia dapat bangkit dan kreativitasnya tidak terpuruk akibat pandemi ini. 

“Kita tahu, pandemi ini memukul semua sektor, termasuk sektor kreatif yang sangat dirasakan oleh pelaku seni, dengan adanya program ini, saya berharap bisa menjadi titik balik munculnya kreativitas baru dengan sentuhan digital,” tuturnya.

Program ini mendapat banyak atensi dari beberapa seniman. Banyak dari mereka telah menyatakan akan terlibat dalam event tersebut,  di antaranya Klowor Waldiyono, Hani Santana, Kukuh Nuswantoro, Lully Tutus, Sindu Cutter, Lanjar Jiwo dan masih banyak  seniman lain yang siap mendukung. 

"Resoilnation direncanakan dibuka secara daring pada tanggal 25 juli 2020," kata Ketua Harian Koperasi Seniman dan Budayawan, Hazwan Iskandar Jaya.

Selaku pendiri Koseta dan pemerhati kegiatan seni budaya, Sigit Sugito mengajak setiap pihak untuk dapat membingkai setiap helai karya yang dipamerkan agar menemukan rumah dan menjalin sejarah bagi para pengagum kisah. 

"Setiap karya dapat dikoleksi oleh siapapun dan bahkan telah disiapkan untuk ditransformasikan untuk menjadi  merchandise yang bersama dapat dimiliki, sebagai ingatan  dan menjadikan sejarah pandemi ini secara pribadi dan bernilai bagi sesama," imbuhnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar