Yamaha

Jokowi Minta Menkes Tak Lamban Cairkan Anggaran Kesehatan

  Senin, 29 Juni 2020   Fitria Rahmawati
Jokowi saat menyampaikan arahan dalam sidang kabinet paripurna, di Istana Negara tanggal 18 Juni 2020. [Sekretariat Presiden]

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Anggaran bidang kesehatan baru cair sekira 1,56% daro total keseluruhan yang disediakan Rp 75 triliun. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Kementerian Kesehatan tak bertele-tele dan lamban dalam mencairkan anggaran tersebut.

Jokowi menegaskan, pembelian alat kesehatan, pembayaran pembayaran rumah sakit, insentif kepada tenaga medis dan petugas medis harus segera dicairkan.

"Prosedurnya di Kementerian Kesehatan betul-betul bisa dipotong. Jangan sampai bertele-tele. Kalau aturan di Permennya berbelit-belit ya disederhanakan," ujar Jokowi dalam rapat terbatas percepatan penanganan dampak Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta melalui Youtube Sekretariat Presiden, Senin (29/6/2020).

"Pembayaran klaim rumah sakit secepatnya. Insentif tenaga medis secepatnya. Insentif petuga lab juga secepatnya. Kita nunggu apa lagi? Anggarannya sudah ada," kata dia.

AYO BACA : Level Kebahayaan COVID-19 Indonesia: Presiden Kepikiran Ke Mana-Mana

Jokowi tak ingin ada keluhan terkait pembayaran kepada tenaga medis. Karena itu ia menginstruksikan agar pembayaran terkait pelayanan kesehatan dipercepat.

"Saya minta agar pembayaran disbursement untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan covid ini dipercepat pencairannya, jangan sampai ada keluhan," ucap dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mencontohkan santunan kepada tenaga medis yang meninggal harus segera diberikan.

"Misalnya yang meninggal itu harus segera di apa itu, bantuan santunan itu harus mestinya begitu meninggal bantuan santunan harus keluar," katanya.

AYO BACA : Jokowi Sebut Anggaran Kesehatan Baru Keluar 1,53 Persen

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar