Yamaha

16 Meninggal Akibat DBD, Pemkot Tasik Belum Tetapkan Status KLB

  Senin, 29 Juni 2020   Budi Cahyono
16 orang meninggal dunia akibat DBD di Kota Tasik.

TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM – Di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini, data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya tentang angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) cukup memprihatinkan. Bahkan, sejak awak Januari 2020, jumlah kasus DBD di Kota Tasikmalaya terus meningkat.

Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, jumlah kasus DBD hingga akhir Juni ini menembus 710 kasus. Dari total kasus itu, 16 warga di antaranya meninggal dunia.

AYO BACA : Selama Wabah Corona, Angka DBD Turun Drastis

"Jika dibandingkan dengan tahun lalu di bulan yang sama, kasusnya naik hampir 500 persen," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kota Tasikmalaya Abdullah Mubarok kepada wartawan, Senin (29/6/2020).

Abdullah menambahkan, kasus DBD yang banyak ditemukan yakni di Kecamatan Kawalu, dengan jumlah mencapai 118 kasus. Bahkan, dari 118 kasus itu, 5 orang warga Kawalu dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk tersebut.

AYO BACA : Waspada COVID-19, Jangan Remehkan Ancaman Demam Berdarah

"Angka kematiannya juga tertinggi. Di sini ada 5 kasus," tambah Abdullah.

Meski jumlah kasus meningkat tajam, diakui Abdullah, pemerintah daerah belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Pemerintah lebih berupaya untuk terus menekan merebaknya kasus DBD dengan terus gencar melakukan sosialisasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada warga.

"Kami berharap masyarakat juga menerapkan PHBS. Salah satunya dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk, langkah ini cukup efektif dalam menekan angka penyebaran DBD," ujar Abdullah. (Irpan Wahab Muslim)

AYO BACA : Pepen Optimistis Bekasi Segera Zona Hijau Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar