Yamaha

Diduga Terlibat Pembunuhan Qassem Soleimani, Iran Perintahkan Tangkap Donald Trump

  Selasa, 30 Juni 2020   Fitria Rahmawati
Presiden AS Donald Trump/ Aljazeera

TEHERAN, AYOJAKARTA.COM - Presiden Donald Trump menghadapi tuduhan terlibat dalam kasus serangan yang menewaskan Komandan Garda Revolusi Iran, Qassem Soleimani pada 3 Januari lalu. Atas hal itu, Iran memerintahkan agar orang nomor wahid di Amerika tersebut untuk ditangkap.

Mengutip laporan berita ISNA, Jaksa Ali Alqasimehr menduga Trump terlibat dalam aksi terorisme tersebut. Ia akan mengejar Trump hingga dapat, meski ia tak lagi menjabat sebagai presiden di AS.

Alqasimehr juga dikutip mengatakan Iran telah meminta "red notice" untuk Trump, yakni pemberitahuan tingkat tertinggi yang dikeluarkan oleh Interpol.

Di bawah "red notice", otoritas setempat melakukan penangkapan atas nama negara. Pemberitahuan tidak dapat memaksa negara untuk menangkap atau mengekstradisi tersangka, tetapi dapat menempatkan pemimpin pemerintah membatasi perjalanan tersangka.

AYO BACA : Menyusul Twitter, Instagram dan Facebook Kompak Blokir Kampanye Trump

Setelah menerima permintaan "red notice", Interpol bertemu dengan komite dan membahas apakah akan membagikan informasi atau tidak dengan negara-negara anggotanya. Interpol tidak memiliki persyaratan untuk membuat pemberitahuan apa pun ke publik, meskipun beberapa dipublikasikan di situs webnya.

Interpol, yang berbasis di Lyon, Prancis, mengatakan bahwa konstitusinya melarangnya melakukan intervensi atau kegiatan apa pun yang bersifat politik, militer, agama atau ras. 

"Karena itu, jika atau ketika ada permintaan seperti itu dikirim ke Sekretariat Jenderal, Interpol tidak akan mempertimbangkan permintaan seperti ini," ujar pernyataan Interpol, dilansir Aljazirah.

Utusan AS untuk Iran, Brian Hook menggambarkan tindakan Iran sebagai aksi propaganda. Brian mengatakan, Interpol tidak akan melakukan intervensi dan mengeluarkan "red notice" yang didasarkan pada sifat politik.

"Ini adalah sifat politik. Ini tidak ada hubungannya dengan keamanan nasional, perdamaian internasional atau mempromosikan stabilitas. Ini adalah aksi propaganda yang tidak seorang pun menganggap serius," ujar Hook.

AYO BACA : FIFA Respons Ancaman Donald Trump Soal Rasisme di Sepak Bola

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar