Yamaha

Pandemi Covid-19, Tiga Agenda Peringatan di Bogor Digelar Sederhana

  Selasa, 30 Juni 2020   Husnul Khatimah
Tiga agenda peringatan dirayakan sederhana di Kota Bogor (Dok. Pemkot Bogor)

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Tiga kegiatan besar di Kota Bogor digelar secara bersama-sama di tempat praktik Bidan Endang Karyani. Tiga kegiatan besar tersebut, yakni Peringatan Hari Keluarga Nasional, Hari Anak Nasional dan Hari Anti Narkotika Internasional 2020.

Kegiatan tersebut digelar sederhana dengan tetap memperhatikan anjuran pemerintah untuk melakukan social distancing, mengingat masih dalam kondisi Pandemi Covid-19.

"Kami membatasi jumlah undangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, cek suhu dan pemakaian hand sanitizer," ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Rakhmawati, Selasa (30/6/2020).

Rakhmawati mengatakan, menyingkapi situasi covid-19 yang sedang terjadi turut membawa dampak ke berbagai hal. Mulai dari ketahanan keluarga dalam menyingkapi pandemi serta terhambatnya pelayanan KB yang membuat terjadinya peningkatan jumlah ibu Hamil di Kota Bogor.

AYO BACA : Dua PDP Meninggal di Kabupaten Bogor

Tak ayal, pada peringatan Keluarga Nasional ini, BKKBN bersama DPPKB Kota Bogor melaksanakan pelayanan KB serentak Sejuta Akseptor.

"Jumlah sasaran program Sejuta Akseptor untuk Kota Bogor, yakni IUD dan Implan sebanyak 167 akseptor, MOW 59 akseptor, MOP 20 akseptor dan, suntik sebanyak 5.326 akseptor," jelasnya.

Ia menerangkan, Program Sejuta Akseptor di Kota Bogor dilaksanakan di 12 praktek bidan mandiri. Sementara pelaksanaan MOP dan MOW di Rumah Sakit Salak dengan dukungan 72 bidan, 4 perawat dan 5 dokter.

Tak hanya mendapat dukungan dari RS Salak, pihaknya juga didukung Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor, Dinas Kesehatan Kota Bogor, TP PKK Kota Bogor.

AYO BACA : Soal Naik Pentas di Bogor saat Hajatan, Begini Pembelaan Rhoma Irama

"Kami mendapat dukungan terkait penyediaan sarana prasarana kesehatan, seperti APD, Rapid Test dan lainnya," katanya.

Ia menambahkan, pada kegiatan peningkatan ketahanan keluarga, pihaknya gencar mengampanyekan program Bangga Kencana, yakni Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana. Program ini sedang dalam tahap pengembangan menjadi aplikasi Sistem Informasi Keluarga atau Si-Masker.  

"Sistem ini akan memuat data keluarga yang ada di Kota Bogor. Base datanya akan kami ambil dari kegiatan pendataan keluarga, data dasa wisma di Dinas Dukcapil, sehingga Pemkot Bogor memiliki data pembanding terhadap data yang lainnya," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, efek pandemi Covid-19 ini menguji semua hal. Angka kehamilan naik tapi di satu sisi angka perceraian juga naik. Sehingga pendekatan tidak bisa hanya dilakukan dengan KB dan IUD, tetapi juga pendekatan secara psikologis ke keluarga-keluarga di Kota Bogor.

"Menurut saya harus ada unit pendampingan. Jadi saya kasih PR untuk pikirkan konsep pendampingan, ada gak di DPA kita yang kegiatan mengarah kesana atau kalau gak ada kolaborasi dengan psikiater, dan anggarkan juga untuk relawan karena ini menyangkut mental keluarga Kota Bogor," katanya. 

AYO BACA : Penonton Konser Rhoma Irama di Bogor Bakal Dirapid Test

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar