Yamaha

Klaster Covid-19 Unilever Bekasi Tularkan 15 Keluarganya

  Jumat, 03 Juli 2020   Fitria Rahmawati
Ilustrasi Unilever/ Republika: Lestari Ningsih

KABUPATEN BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengungkapkan kasus penularan positif Covid-19 di PT Unilever Savoury Factory di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merambah ke keluarga para karyawan. Sebelumnya, terdapat 21 karyawan yang dinyatakan positif Covid-19, kini terdapat tambahan 15 orang keluarga karyawan yang ikut terjangkit.

"Rinciannya, 21 karyawan dan 15 orang keluarga mereka," kata Alamsyah, Jumat (3/7/2020).

Dia mengatakan, data itu didapat setelah melakukan tes swab terhadap 265 karyawan PT Unilever. Keluarga yang terjangkit merupakan orang yang berinteraksi dekat dengan karyawan.

Pasca dinyatakian positif Covid-19, ke-36 orang tersebut kini sudah dilakukan penanganan. Sebagian dirawat di rumah skait, sebagian melakukan isolasi mandiri.

Kini, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bersama manajemen perusahaan Unilever terus melacak kemungkinan penyebaran virus terhadap karyawan lainnya yang berjumlah 500 orang.

Sebelumnya, Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk Sancoyo Antarikso mengatakan pihaknya menghentikan operasional sementara wilayah kawasan pabrik yang terjangkit corona.

AYO BACA : 21 Karyawan Positif Covid-19, Unilever Hentikan Operasional Pabrik di Cikarang

PT Unilever Savoury Factory adalah pabrik milik PT Unilever Indonesia Tbk di kawasan industri Jababeka, Cikarang.

Sementara itu, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengintruksikan perangkat daerah untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di sektor Indonesia. 

”Kita awasi penerapan protokol kesehatan disetiap industri, karena penyebaran baru berada di klaster buruh,” katanya, Jumat (3/7/2020) di Komplesk Pemda Kabupaten Bekasi.

Eka khawatir penyebaran Covid-19 masif di Kabupaten Bekasi menyasar kalangan buruh. Soalnya, Kabupaten Bekasi merupakan wilayah yang mempunyai kawasan industri terbesar di Asia.

”Kabupaten Bekasi ini daerah industri terbesar di Asia, jangan sampai ada lagi penambahan klaster-klaster yang baru lagi. Apalagi sektor industri, makanya kita bakal awasi secara ketat,” ujarnya.

Meski demikian, Eka meminta masyarakat Kabupaten Bekasi tidak perlu khawatir dan panik. Tindakan untuk memastikan kesehatan dan keselematan masyarakat dilingkungan sekitar sudah dilakukan dengan sangat ketat sesuai protokol kesehatan, termasuk kekhawatiran produk yang dihasilkan dapat terkontaminasi. Karena sudah dilakukan pengecekan tim kesehatan.

Hingga saat ini, Gugus tugas dengan perusahaan masih mendalami bukan mereka - reka. Untuk mengetahui awal mata rantainya. Klaster Unilever membuat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali melonjak di Kabupaten Bekasi menjadi 284 kasus dengan 224 sembuh dan 20 meninggal. Sedangkan total kasus aktif berjumlah 40 kasus.

AYO BACA : Listrik di Bekasi Green Village Padam Sementara

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar