Yamaha

Ini Usul Roker KRLmania Agar KRL Tetap Aman Selama Covid-19

  Jumat, 03 Juli 2020   Eries Adlin
Penerapan protokol kesehatan terhadap penumpang kereta rel listrik/PT KCI

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memandang pasar dan kereta rel listrik (KRL) kerap menjadi tempat penularan Covid-19. Menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, manajemen PT Kereta Commuter Indonesia (KCI)  menjanjikan untuk memperketat penerapan protocol kesehatan di stasiun dan dalam KRL.

Janji dari PT KCI itu kemudian mendapatkan tanggapan dari komunitas pengguna KRL yang kerap disebut Roker (rombongan kereta) KRLmania yang berhimpun di akun Twitter @krlmania.

Selain protokol, jgn lupa jg :

-Usahain KRL nya panjang2 trus.

-Usahain ga ada yg telat KRLnya, biar ga ada pnumpukan.

-Perbanyak n optimalin jadwal KRL di peak hour.

Demikian kicauan @krlmania pada Kamis petang (2 Juli 2020).

Sebelumnya, di laman resminya, manajemen KCI menyatakan pelaksanaan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di transportasi publik telah dijalankan sesuai aturan.

Protokol kesehatan tersebut telah mulai disosialisasikan sejak Februari 2020 dan berjalan sejak Maret 2020 kemudian dilengkapi dan disempurnakan secara bertahap mengikuti perkembangan aturan yang berlaku.

Seluruh pengguna KRL wajib menggunakan masker selama berada di area stasiun dan di dalam KRL. Selain masker PT KCI juga sangat menyarankan pengguna memakai pelindung wajah (face shield), jaket atau baju lengan panjang, dan sarung tangan.

Saat masuk stasiun, pengguna juga wajib mengikuti pengukuran suhu tubuh. Untuk memperlancar pemeriksaan suhu tubuh, PT KCI terus menambah jumlah alat pemeriksa suhu berupa thermo gun dan di sepuluh stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi, KCI telah memasang thermal scanner yang dapat memeriksa suhu tubuh puluhan orang dalam satu waktu.

Di 80 stasiun yang melayani KRL Commuter Line telah tersedia wastafel tambahan selain yang telah ada di toilet. Jumlah wastafel tambahan ini juga akan terus ditingkatkan oleh KCI agar pengguna lebih mudah untuk mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum maupun sesudah naik KRL.

Selanjutnya setiap pengguna wajib menjaga jarak aman dengan sesama. Untuk melaksanakan jaga jarak ini, seluruh stasiun telah dilengkapi marka antrean sebagai pedoman pengguna. Marka yang menandai posisi duduk dan berdiri pengguna sesuai kapasitas 74 orang dalam tiap kereta juga telah terpasang di seluruh rangkaian KRL.

Untuk memastikan jaga jarak dan kereta sesuai dengan aturan kapasitas, saat kondisi padat petugas melakukan penyekatan dengan zona-zona antrean di stasiun, sehingga kerap ada antrean di stasiun terutama pada jam sibuk.

Dalam mengatur jaga jarak ini, PT KCI selama beberapa bulan terakhir telah mendapatkan dukungan dari Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia. Sekurangnya 74 personel dari Brimob Polri telah membantu penegakan protokol kesehatan di sebelas stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi.

Puluhan prajurit TNI dari berbagai kesatuan termasuk Marinir dan Zeni juga setiap hari mendukung penerapan protokol di stasiun maupun kereta. Personil TNI dan Polri dari kewilayahan setempat antara lain Polsek dan Kodim juga rutin menjaga ketertiban di stasiun sejak jadwal pemberangkatan kereta pertama.

Selain aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, PT KCI juga mengeluarkan kebijakan untuk memperkuat protokol kesehatan dan mendukung aktivitas kembali dengan produktif, aman dan sehat.

PT KCI untuk sementara melarang balita menggunakan KRL, mengatur lansia hanya dapat naik KRL di luar jam-jam sibuk, begitu pula dengan barang bawaan pengguna yang dapat mengganggu physical distancing. Selama berada di dalam kereta, para pengguna juga dilarang untuk berbicara baik secara langsung maupun melalui telepon genggam.

Ketika PSBB berlaku di wilayah DKI Jakarta, PT KCI hanya mengoperasikan KRL pada pukul 05:00 – 18:00. Setelah PSBB transisi berlaku dan jam operasional angkutan umum dapat diperpanjang serta kapasitas diizinkan hingga 50%, PT KCI menyesuaikan jam operasional menjadi pukul 04:00 – 21:00 dengan jumlah pengguna tetap sesuai aturan dari kemenhub yaitu 35% dari kapsitas atau 74 orang per kereta hingga hari ini.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar