Yamaha

Digitalisasi Industri Gairahkan Sektor Manufaktur Hadapi Era New Normal

  Jumat, 03 Juli 2020   Khoirur Rozi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita usai mengikuti Apel Siaga Tagana di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (25/3/2019). [Suara.com/Rambiga]

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, implementasi industri 4.0 dinilai sebagai strategi tepat untuk membangkitkan aktivitas sektor manufaktur di dalam negeri pada fase new normal. Namun, guna mengakselerasi transformasi menuju industri 4.0 tersebut, perlu dukungan dari seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Sinergi dan kolaborasi antar pihak berperan penting dalam implementasi industri 4.0 sesuai program prioritas Making Indonesia 4.0,” kata Agus dalam keterangan resminya, Jumat (3/7/2020).

AYO BACA : Mengesankan! Furnitur Asal Semarang Jadi Langganan Artis Hollywood, dari Lady Gaga hingga Paris Hilton

Menurut Menperin, program Making Indonesia 4.0 telah mendukung perusahaan industri dalam penyesuaian dengan kondisi saat ini. Di masa pandemi Covid-19, penerapan industri 4.0 memudahkan industri dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Dengan menjalankan digitalisasi, perusahaan dapat mengatur proses kerja maupun SDM-nya dan tetap produktif,” ujarnya.

AYO BACA : Naik Rp13 Ribu, Harga Emas Antam Rp928 Ribu per Gram

Kementerian Perindustrian juga aktif menjalin koordinasi dan membangun jejaring kerja sama antar stakeholders untuk mempercepat transformasi industri 4.0. Dalam hal ini, Kemenperin telah menginisiasi ekosistem industri 4.0 yang disebut Ekosistem Indonesia 4.0 (Sindi 4.0).

“Jadi, Sindi 4.0 dibangun sebagai wadah saling bersinergi dan berkolaborasi, baik pemerintah, pelaku industri, akademisi dan R&D, technical provider, konsultan dan tentunya pelaku keuangan,” jelasnya.

Menurut Agus, di era new normal ini, upaya yang juga akan dilakukan Kemenperin dalam mempercepat transformasi industri 4.0 di Indonesia, antara lain meningkatkan kesadaran (awareness) agar industri tetap produktif pada masa pandemi Covid-19 dengan dukungan implementasi teknologi industri 4.0 dan tetap patuh memenuhi protokol kesehatan. 

Kemudian, melakukan penilaian Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (Indi 4.0) untuk mengetahui posisi kesiapan perusahaan dalam transformasi industri 4.0 secara online maupun offline.

“Selain itu, kami melakukan pendampingan dalam transformasi industri 4.0 secara remote maupun kunjungan ke industri, hingga perusahaan dapat menjalankan proyek transformasi industri 4.0,” imbuhnya.

AYO BACA : Curhatan Perajin Bambu Gunung Halu: Ingin Pemerintah Turun Tangan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar