Yamaha

Tren Sepeda Meningkat, Ini Kata Pakar

  Sabtu, 04 Juli 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi sepeda/ shutterstock

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM - Pakar Transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno mengatakan, banyak hal yang harus diperhatikan saat tren pesepeda meningkat signifikan di tengah pandemi Covid-19. Pedoman keselamatan bersepeda pun perlu diadakan untuk menjamin keamanan bersepeda bagi pengguna dan orang di sekitarnya.

\"Di Jakarta meningkat hingga 10 kali lipat. Survey oleh ITDP, meningkat 1000 persen saat PSBB di Jakarta dibanding bulan Oktober 2019. Peningkatan  juga terjadi di sejumlah kota lainnya, seperti Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Bandung, Surabaya,\" ujarnya, Sabtu (4/7/2020).

Dalam menjaga keselamatan, jalur sepeda menjadi perhatiannya. Menurutnya, terdapat beberapa jalur sepeda yang mungkin bisa diterapkan di sejumlah Kota di Indonesia yang mengalami pertumbuhan tren bersepeda.

AYO BACA : Soal Pencurian Hp dan Sepeda di HI, Polisi: Bukan Hipnotis, tapi Murni Kejahatan Jalanan

Pertama, jalur sepeda (bike path). Jalur Sepeda tidak berbagi ruas wilayah dengan pergerakan kendaraan lain, dapat bersama/terpisah dengan pejalan kaki. 

Kedua, lajur sepeda (bike lane). Lajur Sepeda berbagi ruas wilayah dengan pergerakan kendaraan lain dan pergerakan manusia, bertumpangan dengan ruas jalan atau pedestrian. Lajur sepeda di tepi kiri jalan, dicat dengan warna tegas.

\"Ketiga, rute sepeda (bike route). Jalur Sepeda yang dikembangkan di kawasan perumahan, perkantoran, terpadu (super blok). Selain itu juga bisa dengan memperbanyak penyediaan parkir sepeda yang berkualitas. Penyediaan parkir sepeda, baik parkir sepeda gratis dan/atau sewa, seperti di sekolah, kampus, stasiun, pasar, pusat perbelanjaan, perkantoran, tempat ibadah dan tempat rekreasi,\" katanya.

AYO BACA : Pesepeda Dilarang Melintas Warga di Tebet Berujung Tawuran

Sebenarnya, Djoko menjelaskan, jika Pemerintah melalui Kementerian PUPR telah menerbitkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemabnfaatan, Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan kaki di Kawasan Perkotaan. 

\"Sekarang menanti Peraturan Menteri Perhubungan tentang Pedoman Teknis Keselamatan Bersepeda di Jalan,\" ucapnya.

Lanjut Djoko, Pembangunan infrastruktur jalur sepeda akan banyak dilakukan oleh pemda. Pasalnya, jalan dengan kewenangan pemda (kota/kabupaten/provinsi) lebih cocok untuk mewujudkan jalur sepeda berkeselamatan. 

\"Selanjutnya menanti kepala daerah yang peduli untuk membangun infrastruktur sepeda di daerah, sehingga sepeda menjadi salah satu alat transportasi,\" katanya. (Vedyana)

AYO BACA : Mana yang Lebih Baik, Gowes atau Lari?

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar