Yamaha

Penjual Lingerie Laku Keras saat Pandemi

  Sabtu, 04 Juli 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi toko pakaian dalam/ shutterstock

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Masa pandemi, ada gairah yang menggeliat di sektor perdagangan pakaian dalam. Itu menjadi salah satu yang paling laris setelah kondom, dan sex toys, terutama di wilayah yang menerapkan lockdown.

Dilansir dari Medical Daily, saat pandemi virus corona merebak, penjualan pakaian dalam tetap diminati meski Valentine saat itu telah berakhir. Padahal biasanya penjualan pakaian dalam akan kembali meredup sata April hingga Mei. Namun kali ini justru pada bulan itu meningkat dua kali lipat, menurut Psychology Today.

Perubahan mengejutkan lainnya dalam industri pakaian dalam adalah meningkatnya permintaan untuk pakaian dalam yang paling rapi, terutama barang-barang tanpa busana.

AYO BACA : Rumah Mode Christian Dior Kembali Gelar Pertunjukan Pasca Pandemi

"Terbukti, dengan begitu banyak perekonomian ditutup, fantasi erotis banyak orang telah berubah menjadi keterbukaan yang lebih besar," Michael Castleman, jurnalis dan penulis yang berbasis di San Francisco.

Dia menjelaskan bahwa tren pakaian dalam tanpa selangkangan juga muncul di tengah meningkatnya minat dalam perawatan rambut kemaluan, seperti pemangkasan, pencukuran sebagian, atau kebotakan. Ini juga menunjukkan bahwa banyak orang sekarang berpaling dari budaya yang menghargai rambut kemaluan alami.

Castleman mengutip sebuah penelitian oleh para peneliti di San Francisco Medical Center, University of California, yang meneliti perawatan rambut kemaluan di AS.

AYO BACA : Bergaya dengan Jaket Pelindung Diri Hasil Kreasi Anne Avantie

Tim menemukan bahwa dalam sampel yang representatif secara nasional dari 3.316 wanita dewasa, 84 persen menambahkan perawatan pada gaya hidup mereka.

Mengenakan lingeries dapat membantu wanita dan pasangan menemukan kenyamanan di tengah krisis kesehatan yang berkembang, Todd Mick, seorang analis di perusahaan riset pasar NPD Group, mengatakan kepada New York Times. Lockdown juga memberi orang kesempatan untuk mengeksplorasi fantasi mereka atau yang baru.

Alasan lain yang berkontribusi pada peningkatan penjualan pakaian dalam termasuk pesanan menginap di rumah yang mengharuskan banyak pasangan untuk tetap bersama sebagian besar waktu. Berpakaian seksi bisa menambah bumbu untuk bercinta.

Beberapa pasangan juga dipisahkan oleh pembatasan perjalanan dan mengenakan pakaian dalam menambah kesenangan selama panggilan video. Tetapi mereka yang tidak memiliki pasangan juga dapat menikmati berpakaian seksi atau nakal karena dapat meningkatkan seks sendiri.

AYO BACA : Pomelo Jualan Masker Kain Antibakteri untuk Amal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar