Yamaha

KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

  Senin, 06 Juli 2020   Eries Adlin
Abdel Achrian/Istimewa

Oleh Abdel Achrian

Hei, semua. Mulai Juli ini, saya akan berbagi cerita di ayojakarta.com dan sepertinya disebarin juga di portal ayomedia grup. Ceritanya tentang apa aja. Pokoknya tentang kehidupan (ceilee…). Syukur syukur bermanfaat buat teman-teman yang baca.

Terus, kenapa namanya Kopi Susu Cing Abdel?

Pertama, waktu kecil saya demen banget sama yang namanya kopi susu. Cuma takaran susu dan kopinya harus pas. Kayaknya hanya racikan bibi saat saya bocah dulu, Rati namanya, yang pas dengan sesuai lidah dan bibir.

Kedua, hidup ini ya kayak kopi susu. Ada manis ada pahitnya. Kalau ‘cing’ gak usah dijelasin ya…

Untuk yang perdana, cerita saya insipirasinya dari buku Fight Like A Tiger, Win Like A Champion. Sebuah buku motivasi yang sempat jadi best seller, tulisan Darmadi Darmawangsa dan Imam Munadi.

Kita sebut saja namanya Farid (bukan nama sebenarnya, tapi nama temen saya SMP). Hidupnya sukses, jadi chief executive officer (CEO) di perusahaan besar. Suatu kali Farid bersama sang istri mampir ke mal ternama. Kebetulan, ada produsen mobil yang menawarkan edisi terbaru. Memang itu yang jadi tujuan mereka.

Sampai di outlet, seorang salesman mendekat. Ternyata, tenaga pemasaran itu kenal dengan istrinya. Mereka dulu satu SMA. Karena salesman, pasti lelaki dong ya. Baru bertegur sapa barang dua tiga kalimat, Farid harus ke kamar kecil. Ada urusan mendesak yang mesti diselesaikan. Istri dan salesman teman SMA-nya melanjutkan pembicaraan di booth.

Selesai urusan buang hajat kecil (kan dia ke kamar kecil), dari kejauhan Farid melihat istrinya begitu akrab bicara dengan sang salesman. Pastilah mereka tengah mengulang cerita tentang masa-masa SMA. Begitu fikir Farid.

Urusan di mal selesai. Farid dan istri menuju vallet parking. Nunggu sebentar, sedan mewah edisi terbaru mereka datang. Di dalam mobil, kemudian, terjadilah perbincangan kecil.

"Kayaknya Mama akrab banget dengan sales-nya?" Farid memulai pembicaraan.

"Ya iyalah. Dia kan pacarku waktu SMA, meski cuma dua semester," timpal si istri.

Tanpa ada rasa baper, Farid justru mencandai istrinya.

"Untung Mama menikah sama Papa. Coba kalau menikah sama dia, pasti Mama jadi istri sales mobil, bukan istri CEO."

Istrinya hanya melepaskan senyum dikulum. Tetapi, bukan rasa malu yang ada di benaknya. Justru sebaliknya, punchline yang keluar dari mulutnya.

"Hehehehe, gak kebalik tuh, Pa? Justru kalau Mama menikah sama dia, dia yang bakal jadi CEO!"

Hikmah apa yang bisa kita ambil dari kisah Farid, sang CEO itu? Hmmm, masih seperti acara Mamah Dedeh ya?

Buat saya pribadi, moral ceritanya adalah mengenai kesadaran bahwa keberhasilan dalam hidup kita terwujud karena dukungan banyak pihak. Salah satu yang utama tentu pasangan hidup kita. Kan ada kalimat bijak yang bilang, "di balik keberhasilan seorang lelaki, ada sosok istri di belakangnya." Jadi, gak usah terlalu GR-an.

Kisah inspiratif itu mengingatkan kepada tandem saya (dulu tapi) , Temon. Masih ingat kan? Saya yang malah lupa...

Ceritanya begini. Eh, maaf ya kalau saya pake 'gue gue-an' pas cerita tentang Temon.

Dalam satu percakapan saat kita bedua masih belum menikah, gue bilang ke Temon tentang dua mimpi yang saling bertolak belakang maknanya buat orang yang mengalami. Mimpi nginjek kodok dan mimpi nginjek uler.

Kalau orang bermimpi nginjek kodok alias katak, konon katanya nanti mereka akan dapet istri atau suami yang ganteng atau cantik. Sebaliknya, kalau mimpi nginjek ular, mereka bakal dapat pasangan hidup yang, maaf, jelek!

Sekitar 15 tahun berselang, gue dan Temon udah sama- sama married. Kata orang sih, istri kita bedua cakep. Nah, suatu kali, kita ngumpul bareng istri-istri.

“Del, ternyata omongan lo tentang mimpi nginjek uler dan nginjek kodok kagak bener tuh,” Temon membuka obrolan.

Gak bener gimana? Gue kan bilang, gue pernah mimpi nginjek kodok. Nah, liat aja bini gue sekarang, cakep kan?” Istri gue cuma cengar-cengir denger omongan suaminya.

Dengar penjelasan itu, Temon langsung ngebalikin. “Lho, buktinya, gue gak mimpi nginjek kodok bisa dapet yang cantik juga,” katanya sambil ngerlingin mata ke istrinya.

Eehh, belum sempet gue timpalin, istrinya Temon bersuara, “Iyaa..., gue yang mimpi nginjek uler, Del.”

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar