Yamaha

Ribuan Anak Terancam Putus Sekolah, PSI Sarankan Pemprov DKI Beri Bantuan Pendidikan

  Senin, 06 Juli 2020   Khoirur Rozi
Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad / instagram: @idris.ahmad1

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad, menyoroti ribuan calon siswa yang tidak lolos PPDB 2020 terancam putus sekolah. Hal itu lantaran orang tua mereka tidak mampu membiayai anaknya di sekolah swasta.

“Kita tidak boleh biarkan siswa ini terlantar dan putus sekolah, jika tidak tertampung di sekolah negeri, mereka harus dibantu agar bisa meneruskan pendidikan di sekolah swasta,” kata Idris dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2020) malam.

Oleh karena itu, Idris meminta Pemprov DKI memberikan solusi terkait permasalahan tersebut. Dia menyarankan Pemprov DKI bisa memberikan bantuan berupa subsidi uang pangkal dan uang sekolah sehingga anak-anak bisa melanjutkan pendidikannya.

AYO BACA : Sekda Soal PPDB DKI Jakarta: Peran Sekolah Swasta Sangat Dibutuhkan

“Pemprov DKI tidak boleh lepas tangan, bagaimanapun juga kekisruhan ini akibat mekanisme faktor usia yang dipaksakan. Harus segera dicarikan solusi sebelum tahun ajaran baru dimulai,” ujarnya.

Lebih lanjut Idris menjelaskan, bantuan pendidikan ini diberikan kepada calon siswa untuk beberapa bulan pertama. Menurutnya, mekanisme serupa akan diterapkan di daerah lain seperti Kota Semarang dan Provinsi Bali. Bentuk lain juga bisa berupa insentif keringanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi sekolah swasta yang memberikan keringanan biaya uang pangkal atau uang sekolah.

“Perlu ada peningkatan anggaran hibah guru untuk membantu menekan operasional sekolah swasta,” tambahnya.

AYO BACA : Pemprov DKI Akan Revisi Juknis PPDB Jakarta Jalur Zonasi

Selain itu, katanya, karena masih berada di zona merah, proses belajar mengajar di DKI Jakarta akan mengadopsi metode jarak jauh, sehingga pembayaran biaya seragam dan buku sekolah tidak boleh diwajibkan di sekolah swasta.

“Yang terutama adalah anak tidak putus sekolah, pendidikan harus terus berlanjut, karenanya orang tua tidak boleh dibebankan dengan biaya tinggi. Tapi tetap juga harus memikirkan keberlangsungan sekolah swasta,” kata dia.

Idris menambahkan, di tengah pandemi Covid-19, pendidikan anak tidak boleh diabaikan dan harus terus dijaga kualitasnya baik untuk sekolah negeri maupun sekolah swasta. Dinas Pendidikan DKI Jakarta harus terus memantau kualitas metode pendidikan formal di bangku sekolah yang beralih menjadi belajar di rumah dengan jarak jauh maupun sistem online.

“Pendidikan akan menentukan masa depan bangsa, karena itu harus diprioritaskan,” ujarnya.

AYO BACA : Karangan Bunga Atas Kekecewaan Orang Tua pada PPDB DKI Jakarta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar