Yamaha

Kasus Pemerkosaan NF di Rumah Aman Lampung, Menteri PPPA Minta Pelaku Dihukum Berat

  Selasa, 07 Juli 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi perkosaan. (Shutterstock)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, bereaksi keras atas kasus pemerkosaan NF (14) di Rumah Aman Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lampung Timur.

Bintang meminta polisi untuk mengusut kasus pemerkosaan terhadap NF  yang dilakukan DA, tidak lain adalah Kepala Pusat P2TP2A.

AYO BACA : Ancaman Kebiri Pemerkosa di Rumah Aman Lampung Timur

“Kami meminta aparat kepolisian setempat untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dan aparat penegak hukum tidak segan-segan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku kasus kekerasan seksual terhadap anak," kata Bintang dalam keterangannya, Selasa (7/7/2020).

Menurut Bintang tindakan bejat DA terhadap NF harus dihukum seberat-beratnya, sebab hal ini merupakan ironi karena NF adalah korban pemerkosaan yang justru kembali diperkosa saat menjalani pemulihan di lembaga rumah aman bagi perempuan dan anak korban kekerasan seksual (P2TP2A).0

AYO BACA : Kasus Perkosaan di Rumah Aman Lampung, KPAI Sebut Bukan Kasus yang Pertama

"Saya sangat menyesalkan indikasi kasus kekerasan seksual ini bisa terjadi dan dilakukan oleh terlapor yang merupakan anggota lembaga masyarakat yang dipercaya oleh masyarakat dan juga sebagai mitra pemerintah dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," tegasnya.

Bintang juga meminta Bupati Lampung Timur untuk segera menon-aktifkan DA dari jabatannya di P2TP2A.

Untuk diketahui, NF dititipkan oleh ayahnya, Sugiyono ke P2TP2A sejak Maret 2020 dengan tujuan untuk memulihkan psikologisnya pasca diperkosa.

Namun kepala rumah aman milik lembaga pemerintah berinisial DA itu justru melakukan pemerkosaan kembali terhadap NF.

AYO BACA : Bejat! Selain Diperkosa, NF Juga Dijual Saat Pemulihan Trauma di Rumah Aman P2TP2A Lampung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar