Yamaha

Sebelum Syuting, Kru dan Pemeran Film di Jakarta Wajib Rapid Hingga Swab Test

  Selasa, 07 Juli 2020   Khoirur Rozi
sebagai ilustrasi pelaksanaan tes usap/ Ayosemaranng: Kemmy Wijaya

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menerbitkan protokol kesehatan bagi rumah produksi film. Protokol kesehatan ini untuk mencegah penularan Covid-19 di sektor hiburan.

Aturan mengenai protokol kesehatan tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Nomor 140 Tahun 2020. Setiap manajemen rumah produksi atau produktion house (PH) wajib mematuhi aturan tersebut.

Salah satu aturan dalam SK tersebut adalah mewajibkan kru dan pemeran film memiliki surat bebas Covid-19. Surat ini merupakan hasil pemeriksaan rapid test dan swab test.

Kepala Disparekraf, Cucu Ahmad Kurnia dalam surat tersebut menjelaskan, rapid test wajib dilakukan bagi kru PH minimal dua hari sebelum kegiatan produksi film dilakukan. Setiap kru yang datang ke lokasi syuting wajib menunjukkan hasil rapid test mereka.

AYO BACA : Film Dokumenter Netflix Bakal Tayang di TVRI

"Kru yang hadir di lokasi dibuktikan dengan surat keterangan masa berlaku hasil tes dari instansi berwenang dan diulangi setiap dua minggu sekali," kata Cucu dalam surat keputusan tersebut yang dikutip ayojakarta, Selasa (7/7/2020).

Sementara itu, bagi pemeran film atau artis wajib melakukan pemeriksaan swab minimal lima hari sebelum kegiatan produksi dimulai. Masa berlaku surat keterangan hasil swab test adalah dua minggu sejak hasil tes keluar.

"Pemeran wajib melaksanakan swab test minimal H-5 sebelum kegiatan produksi film. Masa berlaku hasil tes dari instansi berwenang dan diulangi setiap dua minggu sekali," jelas Cucu.

Selain itu, selama proses produksi film berlangsung seluruh kru dan pemeran wajib mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, face shield, rajin cuci tangan, dan jaga jarak atau physical distancing.

"PH wajib memastikan seluruh pemeran dan kru dalam kondisi sehat ketika bekerja, dengan mengecek surat keterangan hasil rapid test dan swab test dengan hasil negatif yang masih berlaku," katanya.

AYO BACA : KPK dan Kemendikbud Temani Belajar di Rumah Saat Lebaran di TVRI

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar