Yamaha

Polda Metro Jaya Masih Dalami Pengeroyokan Polisi di Apartemen Green Park Cengkareng

  Rabu, 08 Juli 2020   Budi Cahyono
Tangkap layar video penyerangan polisi oleh WNA Nigeria di Duri Kosambi/ instagram: @polres_jakbar

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM  -- Kasus penganiayaan terhadap sejumlah anggota polisi di Apartemen Green Park, Cengkareng, Jakarta Barat, mendapatkan perhatian serius dari kepolisian.

Polda Metro Jaya masih mendalami dan menyelidiki kasus penganiayaan tersebut. Tiga di antara 11 orang yang diamankan, diduga berpotensi menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

"Untuk dugaan, ada tiga tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2020).

AYO BACA : Kronologi Polisi Dikeroyok WNA Nigeria di Cengkareng

Yusri menyebut, hal itu diketahui setelah pihaknya mengidentifikasi melalui video penganiayaan yang beredar. Ketiga terduga pelaku itu juga merupakan warga negara asing (WNA) asal Nigeria.

Meski demikian, Yusri tidak merinci terkait identitas tiga orang yang berpotensi menjadi tersangka itu. Dia hanya menuturkan, ketiganya beserta sejumlah orang lainnya yang turut diamankan, kini masih dititipkan ke pihak Imigrasi lantaran bermasalah dengan izin tinggal di Indonesia.

"Memang untuk ke-11 yang lain masih kita titipkan di Imigrasi untuk kita lakukan pemeriksaan, karena memang untuk ke-11 itu over stay di sini, izin tinggalnya juga tidak ada dan memang harus didalami dari pihak Imigrasi," papar Yusri.

AYO BACA : Warga Minta Kasus Pembacokan dan Pengeroyokan Pemuda di Tebet Diusut Tuntas Polisi

Sebelumnya, empat anggota polisi menjadi korban pengeroyokan puluhan WNA, Sabtu (27/6). Peristiwa itu terjadi di Apartemen Green Park View Tower F, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Menurut Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Tengku Arsya Khadafi, penyebab keributan itu lantaran terjadi kesalahpahaman informasi terhadap para WNA asal Nigeria.

"Keributan diperkirakan karena salah paham informasi ada razia orang asing dari pihak imigrasi, sehingga dari kelompok warga Nigeria melakukan pengadangan, perlawanan dan pengeroyokan terhadap anggota Polri," ujar Arsya, Sabtu (27/6).

Dia menjelaskan, peristiwa itu bermula saat 15 anggota tim siber Polda Metro Jaya datang ke apartemen tersebut. Arsya mengungkapkan, kedatangan anggota polisi itu untuk melakukan pengembangan penangkapan seorang pelaku penipuan daring bernama Sima Gabriel.

Saat itu, sambung dia, salah satu WN Nigeria berteriak dan mengira kedatangan polisi untuk melakukan razia terhadap WNA. Sontak puluhan WN Nigeria lainnya berdatangan dan melakukan pengeroyokan.

AYO BACA : Diduga Lakukan Penipuan, 10 WNA Melawan Saat Digerebek Polisi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar